Konflik AS-Korut telah melibatkan negara-negara sekutu!

Shalom sahabat CAZ,

Situasi kian memanas di semenanjung Korea, sebab bukan hanya melibatkan AS dan Korut, tetapi juga sekutu mereka.

Seperti diketahui bahwa Amerika tengah menekan Korut dengan hadirnya angkatan perang mereka ke Semenanjung Korea. Tetapi Korut tidak gentar, meski dibawah tenakan AS dan sanksi PBB.  Korut justru tetap melakukan uji coba rudal balistik mereka, tepat sehari setelah parade militer yang mereka laksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun pendiri mereka.

Hanya saja, saat diluncurkan, rudal ini meledak. Kegagalan uji coba tersebut dinilai AS sebagai hal yang memalukan bagi Pemerintah Korea Utara, karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Semenanjung Korea atas ambisi senjata nuklir Korea Utara.  Dalam parade militer yang Korut lakukan, terdapat 60 rudal balistik yang mereka pamerkan.

Menanggapi tindakan Korut tersebut, wakil presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa kesabaran mereka sudah habis. Ia mengingatkan Korea Utara untuk tidak membuat Presiden AS Donald Trump tergerak untuk mengerahkan kekuatan militer AS. “Korea Utara harus berlaku benar agar Trump tidak berniat demikian. Jika tidak, kekuatan militer akan dikerahkan di wilayah ini,” ucap Mike Pence. Meski demikian, ia mengatakan AS sebisa mungkin akan mengupayakan jalur damai, sembari terus membela Korea Selatan sebagai sekutunya. (Korut menguji coba rudal ini saat Mike Pence mengunjungi Korea Selatan).

Sikap Korut

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song Ryol, mengatakan bahwa “Jika Amerika Serikat merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespons dengan serangan nuklir preemtif, sesuai dengan gaya dan metode kami. Menurutnya, senjata nuklir yang dimiliki Korea Utara ditujukan ‘untuk melindungi negara’ dari ancaman aksi militer AS.

“Jika AS ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama,” tambahnya.

Perang dapat pecah kapanpun

Sekutu terdekat Korut yaitu China juga telah memperingatkan akan kemungkinan pecahnya perang sewaktu-waktu. China berada di bawah tekanan Trump untuk mencegah provokasi Korea Utara.

Wang YiMenteri luar negeri China, Wang Yi mengatakab perang kapanpun bisa pecah. “Bila perang terjadi, hasilnya adalah kekalahan untuk semua orang, tak akan ada pihak yang menang,”.

Tanggapan Wang ini seperti sangat mirip dengan peringatan dari Institut Perlucutan Senjata dan Perdamaian Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang menyatakan “perang termonuklir bisa pecah kapan saja’.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson, juga memperingatkan terbuka kemungkinan pihaknya ‘melakukan aksi militer preemtif’ terhadap Korea Utara.

China juga dikabarkan telah meminta bantuan sekutunya yaitu Rusia untuk mendinginkan suasana di sana. Menteri Luar Negeri China Wan Yi telah menghubungi Menlu Rusia, Sergei Lavrov. Wang Yi mengatakan China dan Rusia punya misi yang sama di Semenanjung Korea, yakni ‘membawa semua pihak kembali ke meja negosiasi’.

Seperti dketahui, Beijing sejak lama menolak aksi tegas terhadap Korea Utara, menyusul kekhawatiran terjadinya eksodus warga Korut ke China dan semakin mendekatkan militer AS di pintu gerbang negara Tirai Bambu tersebut. Di sisi lain, Trump memaksa agar China lebih bisa membujuk Pyongyang meninggalkan program nuklir mereka atau menerima sanksi.

Pasukan China dan Rusia

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa ribuan militer China, bahkan kapal selam mereka telah dikerangkan untuk mengantisipasi jika perang benar-benar pecah. Tetapi bukan hanya China, Rusia pun tengah mengerahkan kekuatan militer mereka.

Konvoi Militer Rusia

Konvoi Militer Rusia

Vladimir Putin dikabarkan sudah memiliki basis angkatan laut yang besar di Vladivostok. Kota ini jaraknya hanya 8 mil dari perbatasan dengan Korea Utara. Dikabarkan bahwa Rusia juga telah mengerahkan senjata seperti rudal mereka.

Dengan demikian Rusia dan China membanyangi armada yang dikirim AS untuk mengancam Korea Utara. Cina dan Rusia menganggap Korea Utara sebagai penyangga negara yang diperlukan, untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional mereka sendiri.

Respon AS

Pesawat tempur AS juga tiba di Jepang. Disamping itu, AS juga mengerahkan armadanya ke lokasi-lokasi strategis, jika perang benar-benar pecah.

Facebook Comments

One comment

  1. Netty Arni, SH - Notaris

    Korut sebagai negara yang kecil dan AS sebagai negara yg besar sama-sama ingin menunjukkan kebesarannya di dalam perlombaan senjata pemusnah masal, ……. Apakah mereka tidak memikirkan kalau terjadi perang sesungguhnya maka akan banyak berjatuhan korban-korban manusia yg bergelimpangan darah bagaikan domba-domba sembelihan yg diperuntukkan kepada Setan/The Beast/Dajjal/Iblis/ISIS yg merasuki/menggoda/menghasut/mengajak manusia agar berbuat jahat/degil/dzalim/durhaka sehingga padang gurun yg hijau/subur/makmur menjadi padang gurun yg kersang/panas dan dipenuhi dengan genangan darah yg mengalirkan aliran darah di mana-mana?, ……. Astagfirullah/Ampunilah ya Allah, berikanlah kepada kami petunjuk taufik hidayah dari-Mu agar takut kepada-Mu ada di hati kami dan mencintai semua makhluk-Mu ada di batin kami supaya ada damai sejahtera di langit dan bumi-Mu ini, …….. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: