Rusia memperingatkan ‘konsekuensi negatif’ jika AS menargetkan Suriah!

Shalom sahabat CAZ,

Tuhan Yesus telah memperingatkan kita terlebih dahulu bahwa intensitas perang akan semakin tinggi. Ia berkata, bahwa kita tidak perlu heran akan semuanya itu sebab, tanda-tanda ini memang harus terjadi sebelum kesudahannya.

Perang antar bangsa sudah terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu, yang telah memakan ribuan korban. Tetapi hari-hari ini kita melihat bagaimana intensitas perang ini meningkat. AS, Uni Eropa, Iran, Turki, Rusia, Korea Utara dan Selatan, dan masih banyak negara lain yang hari-hari ini banyak diberitakan.

….dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. ~Daniel 9:26c

Meledaknya perang bisa dipicu dari konflik apa saja, sebab hari-hari ini banyak negara telah melakukan gerakan sekutu, sehingga tentu saja melibatkan banyak bangsa.

Contohnya yang paling nyata kita lihat baru-baru ini adalah serangan di militan Suriah baru-baru ini, sehingga puluhan nyawa menjadi korban. Ada banyak negara yang kemudian mengutuk serangan ini, AS salah satunya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatkan bahwa pesawat tempur Suriah menghantam sebuah gudang teroris besar di dekat Khan Sheikhun yang merupakan tempat pembuatan bom dengan zat beracun.

Namun, menurut AS pernyataan itu mengada-ngada.  Trump kemudian mengambil kebijakan untuk mengadakanserangan balasan ke Suriah. AS melepaskan 60 rudal jenis tomahawk melalui kapal perang USS Porter dengan kelas destroyer dari timur Laut Mediterania.

Dilansir Reuters, puluhan rudal tersebut diluncurkan ke pangkalan udara “Syahrat” Suriah, menjadi respon aktif pertama AS dalam konflik berkepanjangan di Suriah.

Ini adalah perintah militer Presiden Donald Trump pertama dalam masa kepresidenannya yang baru berjalan tiga bulan. Meski demikian, ini bukanlah serangan pertama dari AS, sebab sebelumnya, AS pernah menggempur markas ISIS di sana. Serangan ini juga menewaskan 62 militer Suriah. Kemudian Rusia yang ada di balik pemerintahan Suriah menjadi geram.

Dan menyusul serangan AS yang diperintahkan oleh Trump, Rusia kembali mengancam AS bahwa akan ada konsekuensi negatif jika AS berani menyerang Suriah. Hal ini dikatakan oelh Vladimir Safronkov utusan PBB untuk Rusia. Ketika ditanya apa yang mereka konsekuensi negatif bisa, ia berkata: “Lihatlah Irak, melihat Libya.”

Donald Trump sadar betul bahwa sikapnya ini akan membuatnya berhadapan langsung dengan Rusia, Iran, dan Hizbullah. Seperti diketahui, Trump memang berbeda pandangan dengan pendahulunya Barack Obama terkait kasus Suriah.

Ketagangan antara AS dan Rusia semakin kuat setelah kasus serangan ini. Beberapa sumber berita mengatakan bahwa Trump akan mengirimkan tim Elit untuk menghancurkan rezim Assad. Tetapi tentu kelompok di belakangnya tidak akan membiarkannya dengan mudah.

Damaskus - Suriah

Damaskus – Suriah

Suriah yang saat ini kita kenal adalah Damaskus atau Damsyik dalam peta kuno. Alkitab telah menubatkan kehancuran kota ini dalam Yesaya 17. Terlebih basis salah satu terorisme terbesar seperti ISIS ada di sini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: