Hizbullah siap melakukan perang dengan Israel!

Jika akurat, laporan terbaru menyatakan bahwa Iran telah membangun pabrik rudal bawah tanah untuk Hizbullah di Lebanon. Oleh sebab itu, pertahanan Israel sudah melihat Hizbullah tumbuh bukan saja sebagai organisasi teroris yang kuat dan radikal, sebab mereka telah memliki persenjataan yang canggih.

Sebelumnya, kelompok ini hanya bergantung pada perdagangan senjata dari Iran dan Suriah untuk berperang melawan Israel. Tetapi sekarang mereka telah memproduksi roket dan rudal. Selain itu, pabrik ini juga membuat-senapan mesin, mortir dan senjata anti-pesawat.

Laporan baru-baru ini, yang disediakan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI), diterbitkan di harian Kuwait Al-Jarida.

Ini mengutip seorang pembantu komandan Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai sumbernya. IRGC Pasukan Quds adalah unit elit yang menjalankan operasi di luar negeri Iran. Menurut laporan Kuwait, IRGC telah membangun fasilitas pembuat rudal lebih dari 50 meter di bawah tanah. Menurut Ely Karmon, seorang ahli Hizbullah dan seorang peneliti senior di Institut Internasional untuk Kontra-Terorisme di Herzliya, mengatakan bahwa mungkin pabrik militer ini di berada daerah Quseyr di Suriah. Quseyr adalah daerah Suriah barat yang telah datang di bawah kendali Hizbullah dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan media Arab mengatakan bahwa Hizbullah juga mendapat rudal-rudal berteknologi tinggi dari Korea Utara.

Kuwait juga melaporkan bahwa sebuah departemen khusus telah dibentuk di Universitas Imam Hossein IRGC di Teheran (Iran)  untuk melatih Lebanon dan ratusan ahli lainnya. Rudal-rudal buatan mereka memiliki jangkauan 500 kilometer. Dengan kata lain, rudal-rudal ini mampu menghantam wilayah-wilayah Israel bahkan kapal-kapal Israel di Laut Mediterania.

November lalu, kelompok Hizbullah melakukan arak-arakan persenjataan berat di Quseyr, seperti tank, pengangkut personel lapis baja, senjata artileri dan peluncur rudal.

Sejak akhir perang 2006 dengan Israel, Hizbullah telah menimbun sebesar 120.000 rudal – salah satu gudang senjata terbesar di dunia. Sebagian besar produk ini diproduksi di Iran dan Suriah, dan diselundupkan ke Lebanon.

Menurut laporan, Hizbullah juga melatih sel-sel teror elit untuk menyusup ke Israel selama perang berikutnya, dan untuk sementara ‘menaklukkan’ masyarakat utara Israel dalam upaya untuk mengacaukan negara Yahudi.

Saat ini kelompok ini tumbuh sebagai jaringan militer yang kuat, karena selama 4 tahun mereka telah terjun dalam peperangan di Suriah, sehingga ini menjadi catatan tersendiri bagi Israel.

Di Lebanon sendiri, Hizbullah telah menanam sebagian besar basisnya, roket dan pos komando ke wilayah sipil, termasuk terowongan bawah tanah.

Namun, saat ini krisis yang dialami oleh Iran akibat menunggu dana dari kesepakatan nuklir dengan Barat mengakibatkan kas Hizbullah terhambat. Namun, Hizbullah mendorong untuk membangun kemampuan bertahan besar-besaran terhadap Israel.

Selain upaya untuk mendapatkan lebih banyak roket dan rudal, pemimpin Hizbullah – Hassan Nasrallah – telah berulang kali mengancam akan menyerang sasaran strategis Israel, seperti kapal yang mengangkut amonia industri ke kota Haifa, dan reaktor nuklir Israel di Dimona.

Ini tidak berarti bahwa Hizbullah sedang mencari konflik dengan Israel sekarang. Dan ini juga tidak berarti bahwa harus perang akan meletus di masa depan. Penduduk sipil Israel akan menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pertahanan Israel sendiri telah bersiap terkait ancaman ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: