Agama berpotensi menyebabkan perang?

Shalom sahabat CAZ,

Isu agama akan sangat mencolok di akhir zaman ini. Bukan hanya hasrat terhadap agama memudar, tetapi juga potensi konflik yang bisa dipicunya. Sebut saja yang terjadi di Timur tengah antara Israel dan Palestina dianggap isu agama.

Contoh lainnya ialah di Amerika, dimana kebijakan Trump melarang orang-orang muslim dari sejumlah negara masuk ke AS. Tuntutan, demostrasi dan protes pun terjadi.

Trump bahkan berkomitmen untuk memberantas gerakan radikalisme Islam di AS, dengan memulainya dari tempat-tempat ibadah. Hal ini dilakukan, mengingat ada oknum-oknum radikal yang bersembunyi di balik Islam.

Spirit ini sampai ke bangsa-bangsa lain. Tidak heran, banyak konflik karena agama yang muncul. Roh kebencian iblis tengah sebarkan di bangsa-bangsa lain, sehingga muncul aksi-aksi radikalisme terhadap orang-orang percaya. Saudara yang dikasihi Tuhan, potensi dari hal-hal seperti ini sangat besar dan mungkin terjadi.

Baru-baru ini situs berita luar negeri memposting mengenai aksi sekelompok muslim yang mengelilingi seorang Kristen dan menyerang dia secara terbuka di Dearborn, Michigan. Kota Dearborn telah sepenuhnya diambil alih oleh umat Islam dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang telah dikuasai oleh para pengungsi. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa mereka tidak akan pernah berhenti sampai mereka menegakkan hukum Syariah. Sumber : jewsnews.co.il

Memang, saat ini terjadi gerakan Eurobia, dimana bangsa-bangsa Arab berbondong-bondong menduduki Eropa. Misi mereka adalah menguasainya lewat pertumbuhan penduduk, ataupun migrasi. Anda dapat menyaksikan videonya di Youtube.

Bukan hanya AS, Prancis pun telah mempersiapkan perang untuk mengambil kembali kedaulatan negara mereka. Hampir setahun yang lalu, Paris, Prancis mengalami serangan teror terburuk dalam sejarah di tangan psikopat ISIS. Sejak hari itu, Eropa telah benar-benar dihancurkan dan diambil alih oleh pengungsi, Islam, dan teroris ISIS bersembunyi dan menunggu untuk melakukan serangan berikutnya.

Sejak krisis pengungsi, Prancis telah menerima 13.000 pengungsi, tetapi banyak ahli berpendapat jumlah itu bisa lebih tinggi mengingat bahwa banyak yang menyelinap masuk dan keluar diam-diam. Otoritas Perancis telah mengeluarkan beberapa peringatan bahwa mereka menduga banyak pengungsi memiliki hubungan dengan ISIS . Dengan itu, pihak berwenang Perancis telah mulai mempersiapkan untuk “perang saudara” melawan Muslim untuk “membersihkan” negara mereka, menurut penulis terkemuka Éric Zemmour.

Franco-Aljazair Zemmour memberikan wawancara dengan stasiun radio Prancis RTL di mana ia mengungkapkan rincian dari program yang disebut “Operasi Ronces,” yang dikembangkan dengan Angkatan Darat Israel berdasarkan pengalaman mereka di Gaza. Pemerintah Prancis telah diam-diam mempersiapkan “perang saudara” terhadap Muslim sebagai cara untuk “membersihkan” negara dalam menanggapi berbagai kerusuhan dan serangan teror dalam beberapa tahun terakhir, klaim Zemmour.

Peringatan Zemmour ini digemakan oleh Patrick Calvar, yang adalah kepala Direktorat Jenderal Keamanan Internal (DGSI). Calvar mengatakan kepada anggota komisi parlemen Prancis awal musim panas ini mengatakan bahwa Perancis “di ambang perang saudara”. Beberapa bulan lalu, Prancis digoncang dengan serangan teroris yang mengendarai truk dengan sengaja. Peristiwa ini menewaskan hampir 90 orang. Serangan tersebut membuat Prancis terjun ke jurang eskalasi yang menakutkan.

Pasukan keamanan Perancis juga mempersiapkan kerusuhan sipil massal dan imigran radikal mengambil alih seluruh lingkungan, menurut sumber-sumber intelijen. Pekan lalu, Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengatakan bahwa serangan teror baru di Perancis yang tak terelakkan dan 15.000 ekstremis Islam yang sudah hidup di negara itu dalam proses yang radikal.

Profesor Gilles Kepel, mengatakan “Jihad Generation” kemungkinan akan terus melakukan tindakan teror di kota-kota Eropa. “Tujuan dari kegiatan teror mereka adalah untuk menghasut kebencian terhadap Muslim dan, dalam melakukannya, menyebabkan radikalisasi lebih lanjut di kalangan anak muda,” katanya. Perdana Menteri Valls mengatakan hampir 15.000 orang di Perancis sedang dilacak karena mereka dicurigai dalam proses radikalisasi, sementara 1.350 berada di bawah penyelidikan – 293 dari mereka diduga memiliki jaringan dengan terorisme. Sumber : conservativedailypost.com

*****

Atmosfer yang sama mungkin anda rasakan terjadi di Indonesia, khususnya di Ibu kota Jakarta hari-hari ini.  Oleh sebab itu, kita sebagai orang percaya harus selalu berdoa agar Tuhan menjaga negeri kita. Shalom atas Indonesia…

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: