Benarkah Nibiru akan menyebabkan kiamat?

Shalom sahabat CAZ,

Orbit Nibiru

Orbit Nibiru

Awal januari yang lalu, isu kiamat digembar-gemborkan lagi oleh kelompok penyuka teori konspirasi. Mereka mengatakan bahwa kiamat ini akan disebabkan oleh tabrakan antarplanet raksasa misterius dengan bumi, yang kita kenal dengan nama planet Nibiru atau planet X. Penggagas teori itu, David Meade yang juga penulis buku. Ia mengatakan, kedatangan planet X pada 2017 ini dimulai dengan adanya sebuah bintang yang disebut Kembar Biner Matahari. Dengan kesimpulan itu, mereka berpendapat bahwa kiamat akan terjadi di tahun ini.

Memang, para ilmuwan berbeda pendapat mengenai kapan waktu planet Nibiru berada di titik yang paling dekat dengan bumi, bahkan potensi kapan terjadi tabrakan. Kebanyakan prediksi yang muncul keliru, misalnya saja isu kiamat pada tahun 2012, dimana Nibiru juga dikait-kaitkan. Bukan hanya itu, 2015, juga disebut-sebut tahun tabrakan, tetapi tidak terjadi.

Kesalahan penyuka teori konspirasi dengan mengklaim waktu kiamat telah membuat banyak orang justru skeptis, bahkan sudah tidak percaya lagi mengenai berita ini. Padahal, keberadaan planet ini memang nyata, bahkan telah dikonfimasi oleh NASA.

Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kedatangan planet ini telah membawa sejumlah besar dampak, seperti cuaca ekstrim, dan potensi bencana alam yang semakin besar. Ilmuwan Rusia mengatakan bahwa dampaknya akan terasa paling krusial di rentan waktu 2012-2020.

Lalu bagimana kita menyikapi hal ini sebagai orang percaya? Adakah makna yang kita bisa dapatkan?

Pandangan Yahudi

Dalam Talmud, dijelaskan bahwa sebelum datangnya Mesias (Yahudi), akan muncul sebuah bintang terang di sisi timur.

Rabbi Moshe Sternbuch, seorang rabi yang sangat menonjol di Yerusalem mengatakan bahwa penampilan bintang di Akhir Zaman jelas dibahas dalam Zohar, teks utama Yudaisme. Masyarakat Yahudi pada umumnya percaya bahwa kedatangan Planet ini merupakan pemenuhan zaman Mesianik.

Pandangan Alkitab

Kitab Wahyu mencatat peristiwa mengenai meteor shower, yakni di materai ke-6 atau peristiwa sebelum Rapture, dan di Wahyu 8 & 9, yang terjadi setelah Rapture. Kedua peristiwa ini tentunya berbeda satu dengan yang lain.

meteor shower

meteor shower

Kita bisa melihat 5 tahun terakhir saja, sudah banyak meteor yang melintas diangkasa, baik yang kelihatan dengan mata telanjang maupun tidak, dan juga baik yang melintas saja, ataupun yang menghantam bumi. Ini merupakan tanda-tanda langit yang Tuhan Yesus maksudkan.

Lalu mungkin akan timbul pertanyaan di mana Nibiru di dalam kitab Wahyu? Kemungkinan yang paling besar adalah di Wahyu 8, atau peristiwa di great tribulation. Dengan kata lain, kemungkinan tabrakan yang para ahli katakan itu, terjadi setelah pengangkatan gereja.

Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit. ~Wahyu 8:10-11

Ada cukup banyak tafsiran mengenai hal ini, sebab kitab Wahyu dapat ditafsirkan secara rohani, maupaun benar-benar secara fisik akan terjadi seperti yang tertulis.

Menurut asal katanya, Apsintus merupakan salinan huruf Yunani yang diterjemahkan sebagai “laana” yang berarti ipuh atau racun (Inggris: Wormwood).

Beberapa kelompok menafsirkan bintang ini sebagai malaikat atau penguasa, tetapi kelompok futuris mengatakan bahwa bintang ini adalah suatu asteroid atau komet yang akan menabrak bumi. Sebuah teori mengatakan adanya perubahan kimia di atmosfer karena “heat shock” (tegangan panas) pada saat benda langit tersebut memasuki atmosfer bumi akan mereaksikan oksigen dan nitrogen di udara menjadi hujan asam nitrat. Hujan asam (“acid rain”) ini diyakini oleh beberapa orang menyerupai gambaran Alkitab mengenai kepahitan yang dihasilkan oleh bintang Apsintus ini pada sepertiga dari air minum di bumi. Sejumlah pakar Alkitab lainnya menganggap istilah Apsintus sebagai lambang kepahitan yang akan memenuhi bumi pada masa sulit (kesukaran besar), mengacu kepada tumbuhan Artemisia absinthium, (“Absinth Wormwood”; absinthe) atau Artemisia vulgaris (“Mugwort”), yang dikenal sebagai metafora Alkitab untuk hal-hal yang pahit di lidah. Sebuah teori yang menarik adalah senjata nuklir dapat disebut apsintus, misalnya dalam bahasa Ukrainia yang merupakan sinonim dengan ‘wormwood’. Senjata nuklir akan meracuni air di lokasi ledakannya, dan inilah korelasinya.Teori ini menunjuk kepada bencana Chernobyl sebagai kemungkinan penggenapan nubuat ini, karena nama kota Chernobyl dikatakan dapat diterjemahkan sebagai “wormwood.” Sumber : Wikipedia

Dalam Kristus Clone Trilogy oleh James BeauSeigneur, Apsintus adalah sebuah asteroid. Hal ini dihancurkan oleh rudal nuklir, tapi arsenik yang terkandung dalam musim gugur eksterior dibagi ke dalam lautan bumi, keracunan air segar dan membunuh sebagian besar, jika tidak semua, umat manusia.

*****

Sebagai orang percaya, kita tidak perlu takut mendengar banyak hal-hal buruk yang terjadi di depan nanti. Terlepas dari banyaknya teori, pandangan, dan tafsiran yang ada, kita justru makin intim dengan Tuhan, sebab janji Tuhan untuk menyertai sampai pada kesudahannya adalah ya dan amin!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: