Fakta ini meneguhkan bahwa Bait Suci benar-benar siap dibangun!

“Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. ~Bilangan 15:38

Shalom sahabat CAZ,

tzitzit Satu lagi elemen penting muncul untuk menggenapi nubuat berdirinya Bait Suci, yaitu Murex trunculus, kerang dengan cangkang batu yang digunakan untuk membuat techelet, atau pewarna biru untuk tzitzit (pinggiran) pada syal doa. Kerang ini ditemukan oleh keluarga Singer dari Yerusalem.

Mulanya, Bar-Ilan University melakukan pengalian di tahun 1999 setelah gerakan Islam melakukan penggalian ilegal di Temple Mount. Hasilnya, sekitar 9.000 ton kotoran bercampur artefak arkeologi dibuang sebagai sampah di dekat Kidron.

Kemudian, arkeolog bernama Dr. Gabriel Barkay dan Zachi Dvira tergerak untuk memilah-milah sampah-sampah tersebut. Tahun 2004, mereka memulainya dengan menyelamatkan artefak kuno dan melakukan penelitian untuk meningkatkan pemahaman kita tentang arkeologi dan sejarah Temple Mount. Keduanya terlibat dalam Temple Mount Sifting Project (TMSP). Gerakan ini telah tumbuh menjadi sebuah proyek crowdsifting internasional. Dengan bantuan dari 200.000 relawan dari segala usia, ribuan penemuan berharga telah ditemukan, termasuk artefak kuno yang dibuang dari sisa penggalian Temple Mount.

techelet

Membuat techelet sendiri membutuhkan keahlian khusus sebab akan memerlukan banyak kerang ini. Pewarna dari siput ini dapat dihasilkan dengan cara menghancurkan siput atau dengan memerah kerang untuk mengumpulkan ekskresi. 12.000 kerang mungkin menghasilkan 1,4 gram pewarna yang hanya cukup untuk mewarnai satu pinggiran jubah atau syal doa.

Karena itu, pewarna ini sangat mahal, biasanya hanya digunakan oleh kerajaan dan bangsawan tertentu. Warna yang dihasilkan dari menjadi lebih hidup ketika berada di bawah sinar matahari.

Murex trunculus ditemukan di laut Yerusalem, dan biasanya digunakan untuk beberapa tujuan. Sejauh ini, lebih dari 20 murex trunculus telah ditemukan di sisa-sisa penggalian Temple Mount. Untuk menjaga kemurnian, TMSP telah mempertahankan penggunaan warna-warna asli dari siput-siput ini, sebab nantinya akan digunakan dalam layanan Bait Suci.

siput sigulitSampai saat ini, TMSP masih mengumpulkan artefak lainnya sebagai bukti ilmiah dari Bait Suci. Belum ada pernyataan jelas dari TMSP mengenai usia kerang-kerang ini, sebab mereka perlu menguji kerang ini dengan sistem uji karbon, yang mana membutuhkan $400 per tes.

Sebelumnya, telah dipaparkan bahwa orang-orang Yahudi juga menggunakan siput Sigulit yang telah punah lebih dari 2000 tahun, tetapi muncul kembali secara ajaib dalam jumlah yang sangat banyak di daerah Mediterania.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: