Situs tempat berdirinya “Tabut Perjajian” digali para Arkeolog!

Shalom sahabat CAZ,

Satu dari beberapa situs utama Alkitab, yaitu lokasi Tabut Perjanjian akan dipelajari oleh para Arkeolog di musim panas ini. Penggalian ini sekaligus menjadi penggalian pertama kalinya selama dua dekade ini.

Peneliti berharap studi Kiryat Ye’arim (Kiryat-Yearim) akan menjelaskan pentingnya situs ini selama Zaman Besi, periode terkait dengan kisah Alkitab tentang Raja Daud. Kiryat Ye’arim disebutkan belasan kali dalam Alkitab sebagai kota Yehuda yang terletak di dekat Yerusalem selama periode hakim-hakim dan Raja Daud – (Zaman Besi), dalam hal arkeologi.

Kota ini dikaitkan berada di bukit biara Deir El-Azar terletak, di samping kota Arab modern Abu Ghosh, 12 kilometer (7 mil) barat dari Kota Tua Yerusalem. Di tempat ini, sebuah kota Yahudi modern telah didirikan.

Penelitian ini berada di bawah naungan Tel Aviv University, Christophe Nicolle dan Thomas Römer College de France. Menurut para peneliti Tempat ini penting karena beberapa alasan, salah satunya kerena situs ini belum pernah di teliti sampai sekarang. Ini mungkin satu-satunya situs kunci di Yehuda yang belum mengalami penggalian arkeologi sistematis.

Di lokasi ini telah berdiri biara abad ke-20, yang didirikan di atas reruntuhan sebuah bangunan Bizantium. Penggalian akan fokus pada daerah sekitar biara.

Salah satu aspek yang menarik dari Kiryat Ye’arim adalah kemungkinan adanya sebuah bait kuno di yang mungkin terkubur. Penemuan tersebut bisa membantu para sarjana lebih memahami praktek penyembahan (pemujaan) di Yehuda selama Zaman Besi.

Di beberapa bagian dari narasi Alkitab, Kiryat Ye’arim disinggung sebagai tempat ibadah. Ini disebut berbagai nama seperti Kiryat Ba’al, Ba’alah dan Ba’ale Yehuda dalam Kitab Yosua.

Menurut Kitab Samuel, Tabut Perjanjian itu disimpan di Kiryat Ye’arim selama 20 tahun setelah itu dikembalikan ke Israel oleh orang Filistin, yang telah merebutnya dalam pertempuran dan kecewa setelah mereka ditimpa penyakit. Ayat ini mengatakan tabut itu disimpan “di rumah Abinadab di bukit” dan dijaga oleh imam Eleazar.

Apakah cerita tentang Tabut Perjanjian yang sedang disimpan di Kiryat Ye’arim dapat diambil sebagai fakta sejarah? Finkelstein berpendapat, fakta bahwa itu disebutkan dalam konteks yang menunjukkan kota itu sangat penting, “dan itu masuk akal untuk mengasumsikan bahwa ada bait di sana di sana. “

Tetapi belum jelas, apakah penggalian ini untuk mencari Tabut Perjanjian atau sekedar ingin mencari fakta mengenai pemujaan di Zaman Besi kala itu.

Sumber : timesofisrael

*****

Menarik sekali untuk membahas mengenai tabut perjanjian ini. Mengapa? Sebab inti dari Bait Suci yang akan dibangun nantinya harus memiliki elemen ini. The Temple Institute sendiri selaku badan yang paling bertanggungjawab mengenai rencana pembangunan ini sudah banyak melakukan persiapan, seperti dari banyak bukti yang telah disajikan dalam beberapa artikel di situs ini. Tetapi, tanpa Tabut Perjanjian, layanan Bait Suci mustahil untuk berjalan.

Saat ini memang berkembang banyak spekulasi dimana Tabut Perjanjian itu. Yang kita ketahui bahwa Tabut Itu telah ditemukan oleh Arkeolog bernama Ron Wyatt. Dikalangan masyarakat Yahudi sendiri, terpecah pendapat mengenai Tabut Perjanjian ini. Ada yang percaya dengan penemuan Ron Wyatt, namun ada juga yang beranggapan bahwa Tabut itu ada di Ethiopia. (Ada informasi yang berkembang, bahwa Tabut yang berada di Ethiopia tersebut adalah imitasi atau tiruan yang dibuat oleh Raja Salomo), yang kemudian dibawa oleh Ratu Negeri Syeba saat itu.

Kita belum tahu dari mana Tabut yang akan digunakan nantinya di Bait Suci yang akan dibangun. Yang jelas, semua yang tertulis dalam Alkitab akan tergenapi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: