Hutan Bait Suci dibagun, pertanda Bait Suci Ketiga sudah sangat dekat!

Shalom sahabat CAZ,

Baru-baru ini Sanhendrin telah mengembalikan hutan Bait Suci sebagai tanda keseriusan untuk membangun Bait Allah. Mereka telah mulai menanam di dalam hutan tersebut untuk menyediakan kebutuhan pertanian Bait Suci ketiga.

“Ketika orang berpikir tentang pengorbanan, mereka berpikir tentang hewan dan darah,” kata Rabbi Weiss. “Tapi sebagian besar korban, pada kenyataannya, dari tanaman yang tumbuh sekitar Israel.”

Ada banyak elemen pertanian yang nantinya akan digunakan dalam layanan Bait Suci. Misalnya, Semolina sering dibawa sebagai korban dengan minyak zaitun. Demikian juga dengan anggur persembahan berasal dari tanaman merambat dibudidayakan menggunakan metode khusus.

Ada banyak tanaman yang berbeda diperlukan untuk layanan Bait Suci, masing-masing dengan kondisi khusus sendiri.

Hutan baru yang dibuat oleh Sanhendrin tersebar seluruh Israel untuk menyediakan kondisi khusus yang cocok untuk setiap tanaman. Misalnya, di bukit Hebron, mereka menanam pohon aras Libanon dan beberapa pohon delima. Di Samaria, persisnya di Shaarei Tikvah mereka menanan pohon kayu manis, satu dari 11 bahan dalam pembuatan dupa Bait Suci. Di Itamar, kebun anggur dari 200 tanaman merambat telah didedikasikan untuk penggunaan Bait Suci, dan tujuh kurma di Negev Barat untuk digunakan untuk Shavuot.

Ide hutan ini muncul dalam Alkitab, ketika Abraham menanam hutan di Be’er Sheva (Bersyeba).

Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.  ~Kejadian 21:33

Kemudian, ketika Yakub kembali ke Bersyeba, ajaran kotbah pada Kejadian dikumpulkan pada abad kelima menggambarkan dia mengunjungi hutan kakeknya untuk mengambil bibit yang nantinya akan ditanam ke Mesir.

Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya. ~Kejadian 46: 1

Bibit ini tumbuh menjadi pohon dan tanaman yang digunakan oleh Bangsa Israel ketika mereka membangun tabernakel atau Kemah Suci.

Selain tabernakel, kayu yang digunakan dalam pengaturan ini dianggap pengorbanan. Terbukti pada masa Bait kedua, kayu ini disediakan sebagai persembahan tahunan.

Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon.  ~Nehemia 10:35

Talmud menyatakan bahwa Domba Paskah itu dibakar pada tongkat dari pohon delima,” kata Rabbi Weiss. “Ketika Temple dibangun, kita akan membutuhkan jutaan tongkat ini. Minggu lalu kami menanam 30 pohon delima, dan ini jelas merupakan langkah yang sangat kecil terhadap apa yang akan kita butuhkan setelah Bait dibangun. “

Selain itu, altar juga membutuhkan tiga tumpukan kayu: pertama untuk membakar korban binatang, yang kedua untuk membuat bara untuk membakar dupa, dan yang ketiga untuk api mezbah seperti yang dijelakan dalam kitab Imamat.

Itulah sebabnya Sanhendrin kembali menanam pohon-pohon dan berbagai hasil pertanian lainnya untuk digunakan saat Bait Suci Ketiga nanti selesai dibangun.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: