Yerusalem akan memicu perang besar Gog Magog?

Shalom sahabat CAZ,

AS dan negara-negara Arab saat ini berada dalam keadaan yang sangat genting. Sejak Trump terpilih menjadi presiden AS, ia telah bersumpah untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, sekaligus tanda pengakuan akan kedaulatan Israel terhadap Yerusalem.

Israel sendiri menyambut keputusan ini dengan sangat antusias. Benyamin Netanyahu pun mengumumkan bahwa semua kedutaan negara-negara di Tel Aviv harus dipindahkan ke Yerusalem. Hal inilah yang membuat negara-negara Arab marah, sebab UNESCO telah mengeluarkan keputusan bahwa Yerusalem Timur yang mencakup 3 wilayah utama Yahudi, justru tidak ada sangkut paut dengan bangsa Yahudi.

Bersebrangan dengan itu, Sekertaris Umum PBB justru mengatakan bahwa Yerusalem memiliki kaitan dengan Yahudi. Ia bahkan mengatakan bahwa Bait Suci Yahudi ada di Yerusalem.

Israel dan Iran

Rabbi Mendel Kessin adalah salah satu rabbi yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan tanda-tanda zaman terkini dengan akhir zaman. Sebelumnya ia telah menghubungkan mengenai bulan merah darah, virus zika, dan kini ia menjelaskan mengenai peran Iran dalam perang besar Gog Magog nantinya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum perang besar ini terjadi, akan ada banyak tanda yang harus terlebih dahulu digenapi, salah satu yang paling nyata saat ini adalah aliyah. Tercatat bahwa tahun demi tahun aliyah semain besar pertumbuhannya. Bahkan Sanhedrin sendiri menyatakan bahwa eksodus di masa-masa ini merupakan eksodus ke tiga yang terbesar dalam sejarah bangsa yahudi.

maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. ~Ulangan 30: 3

Rabbi Mendel Kessin menekankan bahwa tidak ada negara di dunia saat ini yang memiliki kemauan politik untuk menghentikan orang-orang Yahudi pulang ke Israel!

Lebih lanjut, ia mengajarkan bahwa Perang Gog dan Magog dimulai dengan Perang Dunia I, di mana ratusan komunitas Yahudi di Eropa hancur. Tahap kedua Gog dan Magog adalah Perang Dunia II di zaman Hitler yang  “terobsesi dengan kehancuran Yahudi. Namun, ada elemen penting dari Gog dan Magog yang hilang selama dua tahap pertama ini, yaitu kehadiran Mesias.

Ia mengatakan bahwa perang dunia 3 ini memiliki hubungan dengan Iran. Dari dulu kita mengetahui dari pernyataan pemimpin Iran untuk memusnahkan Israel. Mereka ingin menjadi bangsa yang besar dan berkuasa di Timur tengah.  Iran bersumpah akan membunuh orang-orang Yahudi dengan senjata nuklir.

Di akhir masa pemerintah Obama, ia jelas mengatakan agar Trump tidak mengubah atau ikut campur dalam keputusan Obama sebelumnya terkait dukungan nuklir Iran.  Bukan hanya obama, Rusia pun juga menyatakan hal yang sama. “Jangan mencoba-coba untuk memperbaiki sesuatu yang tidak rusak,” kata Ryabkov, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia. Seperti diketahui Presiden baru AS, Donald Trump dalam beberapa kesempatan menyatakan ingin mencabut kesepakatan nuklir dengan Iran. Menurut Trump kesepakatan itu adalah kesepakatan yang buruk yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Tekanan bangsa-bangsa

Pemindahaan dubes AS ke Yerusalem disebut-sebut prioritas Trump. Dikabarkan bahwa Tim Trump terus melakukan koordinasi. Walikota Yerusalem Nir Barkat mengatakan bahw AS serius dengan niatnya. Sayangnya Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai hal tersebut.

Abbas, pemimpin Palestina, telah meminta pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Raja Yordania Abdullah untuk membantu tekanan Trump mengubah pikirannya. Iran juga ikut mengancam AS jika mereka melakukan pemindahan tersebut, sebab itu merupakan pernyataan perang terhadap Islam. Selain itu, Iran juga mengancam untuk menutup kedutaannya di AS.

Ulama Irak Moqtada al-Sadr, yang memimpin milisi terhadap pasukan koalisi pimpinan AS di Irak, bahkan menyerukan “pembentukan divisi khusus untuk membebaskan Yerusalem keputusan dari keputusan Trump.” Mereka menganggap keputusan itu tidak sejalan dengan keputusan PBB. Ia juga mengajak Liga Arab dan 57 Organisasi Kerjasama Islam untuk mengambil sikap tegas dalam masalah ini.

Palestina sendiri  melihat Yerusalem timur sebagai kota paling suci ketiga dalam Islam dan ibukota masa depan negara Palestina. Oleh sebab itu tidak mudah memindahkan kedutaan ke area sengketa ini, terlebih di tengah tekanan bangsa-bangsa.

Lalu, apakah Trump benar-benar bisa menjadi sekutu yang dipercaya? Sebab Clinton dan Bush juga berjanji selama kampanye mereka untuk memindahkan kedutaan tapi mundur. Oleh sebab itu, kredibilitas AS sebagai sekutu, benar-benar di uji di sini.

Bahkan sabtu lalu, gedung putih justru mengatakan bahwa membangun permukiman baru Israel mungkin tidak bermanfaat untuk mencapai perdamaian dengan Palestina. Pernyataan ini sangat kontras dengan sinyal awal dari Presiden Trump yang mengaku tidak keberatan dengan kegiatan permukiman. Pernyataan itu menambahkan bahwa pemerintahan Trump belum menyatakan secara resmi terkait posisinya dalam hal aktivitas pemukiman. Gedung Putih juga memandang ke depan untuk membahas masalah ini selama kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington akhir bulan ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: