Tanda Akhir Zaman di Israel semakin digenapi!

Shalom sahabat CAZ,

Salah satu pokok penting yang kita perlu ketahui mengenai akhir zaman adalah negara Israel. Dengan melihat apa yang terjadi hari-hari atas Israel, kita dapat mengetahui dengan pasti bahwa kita benar-benar hidup di zaman akhir. Alkitab menulis berbagai macam tanda-tanda nubuatan sebelum pengangkatan terjadi, khususnya yang berkaitan dengan Israel sendiri. Dan kita mengetahui bahwa tanda-tanda tersebut satu persatu telah digenapi dan akan terus digenapi.

Topik yang paling sentral dibicarakan hari-hari ini mengenai Israel adalah pembangunan Bait Suci ke-3, tempat dimana Antikristus akan menyatakan dirinya kelak.

Dalam situs ini, telah banyak bukti yang diungkapkan mengenai persiapan pembangunan Bait Suci-3. Anda dapat membacanya di sini. Tetapi tidak berhenti di situ, ada banyak persiapan-persiapan lain yang terus dilakukan dalam upaya membangun bait ini.

Uang setengah Syikal

Setelah moratorium 2.000 tahun, sekarang adalah saat yang tepat bagi seorang Yahudi di mana saja di seluruh dunia untuk melakukan mitzvah (perintah) dari membayar setengah syikal,  yakni kewajiban pajak untuk membiayai operasi bait suci sehari-hari nantinya.

Saat bait suci berdiri nanti, setiap orang Yahudi diwajibkan memberi setenga syikal perak sekitar delapan gram perak (senilai sekitar $ 4 hari), untuk mendukung layanan Bait Suci. Sanhedrin telah membuat koin-koin ini yang disimpan di halaman bait suci, telah disucikan dan tidak diijinkan untuk digunakan untuk tujuan lain.

Penemuan Lembu Merah di Meksiko

Seorang rabbi di wilayah terpencil dari Meksiko (Baja) pergi ke peternakan sapi perah untuk membeli susu, dan terkejut ketika ia melihat lembu merah yang merupakan elemen penting dari Bait Ketiga tepat di depan matanya!

Lembu merah betina, salah satu perintah Taurat yang sakral untuk penyucian. Selama sekitar seribu tahun Pertama dan Bait Suci Kedua berdiri, hanya sembilan Lembu merah digunakan dalam penyusunan perairan yang digunakan untuk memurnikan. Menurut tradisi Yahudi, yang kesepuluh akan digunakan oleh Mesias.

Penemuan lembu merah ini sangat menarik sebab tidak memiliki cacat sedikitpun. Penemuan ini sangat menyakinkan kita bahwa, bait suci ketiga sudah sangat dekat, katanya.

Karena terkejut dengan lembu ini, ia pun mengadakan penelitian apakah lembu merah ini juga memenuhi syarat Taurat. Sedikit noda saja, atau cacat, maka lembu tersebut tidak layak.

“Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk. ~Bilangan 19: 2

Sangat sedikit kandidat untuk lembu merah telah ditemukan. Sebagian besar telah didiskualifikasi karena cacat atau kehamilan. Dalam upaya untuk mengembalikan mitzvah (Taurat perintah) dari pemurnian dengan abu lembu betina merah, Temple Institute di Yerusalem tahun lalu mengimpor embrio dari angus merah, dan ditanamkan dalam sapi Israel di sebuah peternakan di Negev. Meskipun beberapa sapi jantan lahir, ada laporan dari lembu merah murni telah datang.

*catatan: belum ada konfirmasi apakah lembu merah ini dinyatakan sah. Tetapi paling tidak, hadirnya lembu merah yang telah punah ini, menyiratkan arti bahwa memang kita hidup di akhir zaman.

Wabah Ubur-ubur

Sebuah segerombolan ubur-ubur berbisa besar tiba-tiba muncul di lepas pantai Israel, tak lama setelah gerombolan hiu muncul di lepas pantai Ashdod.

Dalam pandangan Yahudi, satwa liar di lautan memang memegang peranan penting dalam nubuatan mesiasnik, yakni tanda-tanda sebelum pecahnya perang Gog dan Magog, seperti yang tertulis dalam Yehezkiel 38:20.

Ubur-ubur berkerumun pantai Tel Aviv dan Haifa luar biasa besar, rata-rata dua kaki dengan berat sampai 20 pound. Sengatan mereka berbisa dan menyakitkan. Meskipun Israel secara berkala dikunjungi oleh kawanan ubur-ubur, menurut para ilmuwan, munculnya ubur-ubur ini tidak harus terjadi sekarang.

Musim panas lalu, peneliti dari University of Haifa menyelesaikan studi ubur-ubur di lepas pantai Israel, menyimpulkan bahwa kedatangan ubur-ubur terjadi selama bulan-bulan musim panas, bukan di saat seperti ini.

Bukan tidak mungkin ini adalah sebuah tanda dari Tuhan kepada dunia melalui Israel. Keluarnya bangsa Israel dari Mesir juga menyatakan kebesaran Tuhan kepada bangsa-bangsa. Israel memiliki tujuan khusus dari Tuhan kepada dunia, termasuk melalui alam.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: