Spekulasi pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem!

Shalom sahabat CAZ,

Wacana pemindahan Kedutaan Israel ke Yerusalem semakin mencuat setelah Trump dilantik menjadi presiden AS ke 45. Meski mendapat kecaman dari berbagai negara dan organisasi dunia, Trump sepertinya tetap akan memenuji janjinya ini.

Beberapa hari setelah Trump dilantik, Otoritas Palestina (PA) melaporkan bahwa Trump telah memberikan jaminan kedutaan AS tidak akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem dalam waktu dekat ini. Laporan ini bertentangan dengan beberapa laporan sebelumnya dari Gedung Putih, termasuk laporan yang dikeluarkan hari sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar berbahasa Arab yang berbasis di London, Asharq Al-Awsat, seorang pejabat Palestina yang tak disebutkan namanya mengatakan bahwa PA telah melakukan komunikasi dengan Gedung Putih, dan mereka tidak akan mengagendakan rencana ini dalam waktu dekat.

Sumber tersebut mengatakan bahwa para pejabat Trump telah mengatakan kepada para pemimpin Palestina akan menunda rencana untuk memindahkan kedutaan agar tidak merusak upaya damai antara Israel dan PA.

Anggota Komite Eksekutif  Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Ahmad Majdalani juga mengutip surat yang menyatakan bahwa Trump telah mundur pada janji kampanyenya.

Namun, sumber-sumber Palestina lainnya membantah laporan itu.

MENJADI FIRAUN ATAU KORESH?

Keputusan ini tentu disambut baik oleh kalangan Yahudi, mengingat Yerusalem adalah ibukota abadi mereka. Rabbi Glick anggota Likud dari Knesset yang menghadiri pelantikan Trump mengatakan bahwa terpilihnya Trump akan membawa Israel dalam sebuah harapan baru. Ia juga mengungkapkan perbadaan perbedaan antara Trump dan pendahulunya yang sangat mencolok. Ia mangaku bahwa Israel berada dalam 8 tahun masa depresi ketika Obama memimpin.

Lebih lanjut, rabbi Glick juga mengatakan bahwa Trump dapat memilih untuk menjadi Firaun atau menjadi Koresh, yang dinubuatkan dalam Yesaya 45. “Trump adalah presiden ke-45. Saya tidak memiliki janji dari Tuhan, tapi saya melihat begitu banyak orang di sana yang memiliki harapan besar. “

Itu sebabnya ia dengan tegas berkata bahwa kita sedang berada dalam era Alkitab, di mana perkataan para nabi menjadi kenyataan,”.

PERINGATAN HAMAS

Sementara itu, Hamas memperingatkan bahwa Trump bahwa tindakannya utnuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem akan membuka babak baru sebuah konflik. Hamas mengatakan bahwa tindakan itu seperti “menambahkan bensin ke dalam api”.

Puluhan warga Palestina yang tinggal di bawah kontrol Hamas di Jalur Gaza juga dilaporkan memprotes rencana Trump tersebut. Sementara itu, Otoritas Palestina di Yudea dan Samaria dilaporkan akan mempertimbangkan hubungan dengan AS jika Trump berani bergerak dengan keputusannya itu.

Ketua PA sendiri, M. Abbas telah melakukan kunjungan politik ke Yordania terkait keputusan Trump ini, dan Yordania pun memperingatkan AS, meski AS adalah sekutunya.

TRUMP MENUTUP ALIRAN DANA KE PBB

Presiden Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif menghentikan semua dana AS untuk badan-badan PBB yang mengakui Otoritas Palestina (PA) atau Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai anggota resmi.

Trump akan membuat sebuah komite yang bertugas menyelidiki bantuan AS untuk semua program internasional dan menentukan apakah organisasi memenuhi kriteria untuk terus menerima dana atau justru dihentikan.

Perintah eksekutif ini sebenarnya didasarkan pada undang-undang AS yang sudah ada yang mengamanatkan bahwa dana AS harus ditarik dari setiap badan-badan PBB yang mendukung PA atau PLO.

Jika diberlakukan, maka anggaran badan-badan PBB akan berkurang drastis mengingat kontribusi AS untuk PBB jauh melampaui dari negara lain.

Tercatat $1.250.000 dana digelontorkan untuk lembaga-lembaga di PBB, $4 juta untuk program iklim, $1.050.000 dalam pendanaan untuk Departemen Luar Negeri Perwakilan Khusus untuk kantor Afghanistan dan Pakistan dan Biro Urusan Asia Tengah dan Selatan.

Bahkan, Pemerintahan Obama selama beberapa waktu telah mendesak pembebasan uang untuk Otoritas Palestina, yang berasal dari Badan Pembangunan Internasional AS dan akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Tepi Barat dan Gaza, untuk mendukung reformasi politik dan keamanan, serta membantu mempersiapkan pemerintahan yang baik dan supremasi hukum di negara Palestina.

Obama diketahui menggelontorkan dana $ 221.000.000 kepada Otoritas Palestina, yang Obama kirim diakhir masa jabatannya, persis di jam-jam terakhir sebelum Trump dilantik. Departemen Luar Negeri Presiden Trump mengatakan pihaknya berencana untuk meninjau keputusan ini.

Pendanaan Palestina menarik kemarahan dari beberapa di Kongres serta Trump Gedung Putih. Trump telah bersumpah untuk menjadi pendukung kuat Israel dan telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Washington bulan depan.

Dr Jonathan Schanzer dari Yayasan Pertahanan Demokrasi mengatakan bahwa “Kongres telah melihat berbagai perilaku dari Palestina – upaya sepihak di kenegaraan, korupsi, hasutan kekerasan, dan membayar gaji kepada orang-orang di penjara karena terorisme. Otoritas Palestina dikatahui membayar sekitar $140.000.000 setahun untuk keluarga pelaku bom bunuh diri dan gaji untuk teroris yang dipenjarakan, yaitu sekitar 10% dari anggaran tahunan mereka.

RENCANA RELOKASI KANTOR KEDUTAAN

Komentar terbaru oleh Spicer datang di tengah laporan yang saling bertentangan oleh pemerintahan Trump baru apakah kedutaan akan dipindahkan. Pada hari Minggu, Sekretaris Pers Sean Spicer mengatakan AS berada di “tahap sangat awal”. Pada saat yang sama, dalam sebuah wawancara dengan Israel Hayom minggu terakhir sebelum menjabat, Trump mengatakan ia “tidak lupa” tentang janjinya untuk memindahkan kedutaan.

Walikota Yerusalem Nir Barkat mengatakan kepada pers bahwa kantornya telah melakukan kontak dengan pemerintah dan menyatakan bahwa pejabat Trump yang “serius dengan niat mereka.”

Pada hari ke-2 menjabat sebagai Presiden, Sean Spicer kembali mengatakan kepada wartawan bahwa diskusi awal untuk bergerak sudah berlangsung.” Timnya akan terus berkonsultasi dengan Negara.

Laporan juga muncul bahwa pemerintah telah mengirim arsitek ke Yerusalem untuk memulai rencana gedung kedutaan baru.

 

Facebook Comments

2 comments

  1. Salah satu rencana presiden terpilih AS, Donald Trump, memindahkan kedutaan Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem makin mendapatkan penentangan dan disebut ‘provokatif’ oleh Prancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: