Paus Francis meminta para pastor mengampuni dosa aborsi!

Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian  ~2 Petrus 2:4-6

Shalom sahabat CAZ,

Paus Fransiskus adalah paus non-Eropa pertama dalam 1.300 tahun dan yang pertama menunjukkan toleransi untuk topik-topik tabu. Tercatat, sudah cukup banyak kebijakan ataupun pernyataan tidak lazim yang Paus Francis buat selama ia menjabat.

Beberepa diantaranya ialah:

  • Paus Fransiskus mengumumkan perubahan radikal Gereja Katolik Roma untuk merampingkan proses yang mahal dan rumit dalam pembatalan suatu pernikahan. Paus Fransiskus memberikan wewenang kepada para uskup di seluruh dunia untuk menghakimi sendiri dengan cepat permintaan-permintaan pembatalan perkawinan dan menghilangkan seluruhnya persyaratan lama untuk pemeriksaan yang panjang terhadap kasus-kasus demikian oleh pengadilan keuskupan.
  • Selama ini gereja Katolik menolak membaptis bayi-bayi dilahirkan bukan dari pernikahan ala Katolik. Namun Paus Fransiskus tegas menolak hal ini. Dia mengeluarkan kebijakan, bayi dari mana pun datangnya jika ingin disahkan menjadi Katolik maka gereja harus melayaninya meski datangnya dari pasangan sesama jenis sekalipun. Fransiskus telah membaptis seorang bayi dari pasangan kumpul kebo awal tahun ini di Kapel Sistina, Ibu Kota Roma, Italia. Dia juga menyerukan semua pastor harus melakukan hal sama. Mereka wajib membaptis anak-anak dari orang tua tidak diikat dengan pernikahan. Jika menolak maka para pastor telah berkhianat pada ajaran Kristus. (Sumber : merdeka.com)
  • Paus Fransiskus juga mengatakan kaum ateis bisa selamat seperti umat katolik alias masuk surga. Menurutnya Yesus Kristus sudah menebus dosa seluruh manusia, bukan hanya kaum Kristen. Ateis dan kaum lain di luar Kristen jika mereka berbuat baik diyakini Paus akan masuk surga. Hal ini dia nyatakan pada misa di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan tahun lalu.

Paus Fransiskus memang berani mengeluarkan keputusan yang bertentangan dengan aturan gereja katolik. Tidak heran jika, ia benar-benar melakukan perombakan terhadap aturan atau paham tersebut.

Sebagai contoh, di tahun 2010 Pemerintahan sosialis Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero melegalkan perkawinan sesama jenis kelamin dan meringankan pengaturan soal aborsi. Keputusan ini mendapat kecaman dari banyak pihak, termasuk Paus Benediktus XVI, pendahulu Paus Francis. Ia melakukan kunjungan langsung ke Spayol, yang dinilai sebagai sebuah pembelaan terhadap iman untuk menentang perkawinan sesama jenis kelamin dan aborsi (mayoritas penduduk Spanyol adalah Katolik).

Tetapi sikap berbeda justru ditampilkan oleh penggantinya yaitu Paus Francis, yang sangat liberal.

Tahun 2014 yang lalu, diadakan Rapat Synode yang pimpin oleh Paus Francis. Rapat ini berlangsung di Vatikan dari tanggal 5-19 Oktober 2014. Dihadiri oleh hampir 200 pemimpin Katolik (para Kardinal, Uskup Agung dan Uskup) dari berbagai negara di dunia.

Dari hasil rapat ini,  nampak bahwa praktek homosex dan perceraian tidak lagi dilihat sebagai suatu dosa, tetapi sesuatu yang perlu diterima di dalam kehidupan Gereja Katolik Roma (GKR).

Seminggu setelah berdiskusi, Senin, 13 Oktober, Paus Francis I memberikan pernyataan posisi GRK dalam masalah praktek homosex di dalam jemaat Katolik. Pada laporan pertengahan rapat ini, Paus Francis dan para Uskup meyimpulkan bahwa Gereja Katolik haruslah menyambut positif perceraian-perceraian, bahkan para Katolik yang kumpul kebo (cohabitant), dan mereka yang hidup homosex (gays and lesbians).

Para Uskup Katolik yang sejalan dengan pemikiran Paus Francis menyatakan bahwa para pria homosex dan wanita homosex memliki ’karunia-karunia dan talenta-talenta’ untuk diberikan kepada masyarakat Katolik.

Sebelum laporan pertengahan rapat ini diumumkan, Paus Francis berkotbah pada Missa Minggu pagi untuk menguatkan kebijakan baru Gereja Roma Katolik tersebut, ia berkata:

“Yesus melakukan hal-hal yang janggal, seperti berjalan dengan orang-orang berdosa, makan dengan para pemungut pajak – hal-hal yang para ahli Kitab Taurat [Farisi dan Saduki] tidak suka; doktrin sedang dalam bahaya, doktrin Taurat yang mereka dan para ahli agama telah buat lebih dari berabad-abad,” kata Paus, menurut Radio Vatikan. (sumber : senjatarohani.wordpress.com).

Di tahun 2015, ia mengizinkan semua pastur dari segala peringkat untuk mengabulkan permohonan ampunan terhadap aborsi selama Holy Year yang dimulai dari 8 Desember 2015 sampai 20 November 2016.

Namun, keputusan ini diperpanjang melalui surat kerasulan yang ditulis olehnya. November 2016 kemarin Paus Fransiskus menyerukan kepada seluruh pastur di dunia agar memaafkan para perempuan yang telah berdosa melakukan aborsi.

Dalam ajaran Katolik, aborsi dipandang sebagai dosa besar sehingga harus segera dikeluarkan. Paus mengatakan banyak wanita “meyakini mereka tidak mempunyai pilihan lain”. Dia menambahkan dirinya “bertemu banyak wanita yang menanggung luka dari keputusan yang menyakitkan di dalam hati mereka”.

“Dengan ini saya memberikan wewenang kepada semua pastor, dalam kebajikan pelayanan mereka, untuk mengampuni orang-orang yang telah melakukan dosa aborsi,” tulis Paus dalam surat apostolik itu.

Paus Fransiskus memang menekankan bahwa “aborsi adalah dosa besar karena mengakhiri kehidupan janin yang tidak bersalah,” tetapi dia menambahkan “tidak ada dosa yang tidak bisa dijangkau dan dihapus oleh rahmat Allah ketika rahmat itu menemukan hati yang bertobat dan berusaha berdamai dengan sang Bapa.”

Keputusan ini dibuat agar wanita yang melakukan aborsi dapat kembali beribadah di Gereja.

Sumber : bbcnews

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: