Keputusan Konferensi Paris – Perang akan terjadi?

Shalom sahabat CAZ,

Konferensi Paris mengenai perdamaian Israel – Palestina ditutup dengan penegasan kembali komitmen masyarakat internasional terhadap solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault, yang memimpin Konferensi tersebut, dalam sambutan pembukaannya mendesak dilanjutkannya pembicaraan perdamaian.

“Perdamaian tak bisa dicapai dalam kebencian. Tujuan konferensi ini ialah tentu saja memungkinkan dilanjutkannya dialog,” kata Ayrault.

Prancis menegaskan pertemuan tersebut takkan memberlakukan persyaratan atas kedua kubu dalam Pembicaraan Perdamaian Timur Tengah untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pertemuan Paris “konferensi dicurangi” yang Israel tidak terikat olehnya.

“[Ini] dicurangi oleh Palestina dengan naungan Perancis untuk mengadopsi sikap-sikap tambahan anti-Israel,” katanya, “Ini akan mendorong mundur proses perdamaian.”

Dalam konferensi itu, disinggung juga mengenai rencana presiden AS terpilih, Donald Trump, yang akan memindahkan kedubes AS dari tel Aviv ke Yerusalem, yang notabene adalah daerah sengketa.

Media-media ramai memberitakan rencana pemindahan ini adalah prioritas Trump setelah dilantik 20 Januari mendatang. Tel Aviv adalah tempat semua kantor kedutaan asing berada. Oleh sebab itu, keputusan Trump ini menuai kecaman.  Menteri-menteri luar negeri Uni Eropa menentang rencana  ini. Mereka memperingatkan langkah tersebut bisa memicu ketegangan dengan dunia Arab.

Kepala urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan bahwa “Hal ini sangat penting bagi kita semua untuk menahan diri dari tindakan sepihak, terutama yang dapat memiliki konsekuensi serius di sektor besar opini publik di sebagian besar dunia,”.

Kecaman yang sama bukan hanya datan dari negara-negara Eropa, tetapi juga negara-negara Arab, termasuk beberapa masyarakat AS, dan masyarakat internasional lainnya.

Ayrault dan konferensi Paris menyebut tindakan Trump ini sebagai provokasi, dan memperingatkan mengenai konsekuensi yang sangat serius dari pemindahan Kedutaan Besar tersebut.

“Ketika Anda menjadi Presiden AS, Anda tak bisa melakukan tindakan sepihak dengan jalan-pintas seperti itu dalam masalah ini. Anda harus berusaha menciptakan kondisi bagi perdamaian,” katanya.

Hal senada juga datang dari Yordania yang merupakan sekutu AS sejauh ini. Peringatan itu disampaikan oleh Mohammed Momani selaku Menteri Informasi. Ia mengatakan bahwa rencana tersebut memiliki implikasi bencana.

Imam Besar Yerusalem, Muhammad Husein, juga menentang keputusan Trump ini. Rencana pemindahan ini dianggap sebagai suatu ‘serangan’ ke umat Islam dan melanggar perjanjian serta norma internasional.

”Janji untuk memindahkan Kedubes bukan hanya serangan untuk bangsa Palestina, tetapi juga ke bangsa Arab, dan Muslim secara keseluruhan. Oleh sebab itu, banyak yang mengatakan bahwa pemindahan ini perupakan pernyataan perang terhadap negara Arab.

Sementara itu, Mahmoud Abbas selaku Presiden Otorita Palestina, mengatakan pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem ‘otomatis akan mematikan proses perdamaian dan menghapus peran AS sebagai penengah yang jujur’.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengatakan bahwa pendudukan Israel atas Palestina akan segera tamat di 2017. Ia bahkan mendesak Inggris untuk meminta maaf atas deklarasi Balfour yang menyebabkan Israel berdiri di tanah palestina.

Perundingan damai kedua negara terakhir diadakan pada April 2014, dimana kedua negara gagal menyelesaikan sengketa mereka mengenai berbagai masalah -seperti permukiman Yahudi, perbatasan negara Palestina dan keamanan.

Akankah semuanya terjadi di tahun 2017 ini?

 

Facebook Comments

2 comments

  1. Lord JESUS.. with big Passion we’ll waiting YOUr 2’nd coming and Rapture. Hallelujah. All praise to YOU my Lord,

  2. Daud Rinding Padang

    Allah Bapa Yahweh Elohim sudah memberikan Nubuatanx apa yg akan segera terjadi bila pihak2 tertentu mencoba mengusik Anugerah Allah kepada Nabi Abraham tentang Tanah Perjanjian sifatx utuh & Kekal.
    Mungkin ada sebagian orang tidak pernah membaca Alkitab yg sejak dari dahulu kala sampai saat sekarang ini tidak pernah ber-ubah sedikitpun. Kitab Wahyu maupun Kitab Yeheskiel dllx, disitu dengan tegas Tuhan menyatakan Amarahx akan mendadak naik seketika bila kemudian ada orang lain atau sekelompok orang hendak merebut Tanah Perjanjian tsb maka Api dari Langit akan membakar mereka seketika. Perang Gog & Magog akan terjadi Dua Kali & kemudian Perang Harmageddon yg dahsyat akan mendahului hadirx Tuhan Yesus kembali sbg Raja diatas segala Raja & akan memerintah selama 1000 Tahun penuh ber-sama2 dgn para Martir Tuhan. Bersamaan dgn itu adalah Kebangkitan Pertama para Martir Tuhan. Berikutx adalah Perang Gog & Magog kembali terjadi yg di Komandoi oleh Setan yg dilepas sebentar namun Api Amarah Tuhan yg turun dari Langit membakar habis mereka semua hingga tiba saatnya Hari Penghakiman oleh Tuhan Yesus terhdp Dunia ini & seluruh isinya…..Amen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: