Benarkah Obama sedang memicu Perang Global?

“Kita tidak bisa mengandalkan siapapun kecuali Bapa kita yang di surga. Kita tidak boleh lupa bahwa hati raja-raja ada di tangan Tuhan, dan kita dapat mengandalkan pun kecuali  Tuhan” Demikianlah pernyataan Rabbi Yitzhak Yosef, seorang rabi terkemuka setelah AS memilih untuk meninggalkan Israel.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Resolusi PBB 2334 menyatakan bahwa semua permukiman Yahudi di Tepi Barat “ilegal,”, termasuk Kota Tua Yerusalem yang berisi sejumlah situs bersejarah Kristen dan Yahudi. Yang juga menarik  adalah Resolusi itu disampaikan oleh Mesir, yang adalah sekutu Israel.

Presiden Majelis Umum PBB, Peter Thomson, memakai keffiyah, syal kotak-kotak yang merupakan simbol dari "perlawanan Palestina"

Presiden Majelis Umum PBB, Peter Thomson, memakai keffiyah, syal kotak-kotak yang merupakan simbol dari “perlawanan Palestina”

Di Yerusalem Timur sendiri terdapat 3 situs Kristen dan Yahudi yaitu Temple Mount, Tembok Barat dan Gereja Makam Kudus. Temple Mount dianggap sebagai dasar yang tersisa dari Bait Suci Kedua Israel kuno, yang dihancurkan oleh Roma. Tembok Barat juga merupakan sisa dari kuil tua yang dianggap suci oleh orang Kristen maupun Yahudi. Gereja Makam Suci diyakini sebagai tempat di mana Yesus Kristus akhirnya disalibkan dan dikuburkan sebelum bangkit.

Dengan adanya Resolusi tersebut, maka situs-situs bersejarah tersebut bisa saja dikontrol oleh otoritas Nasional Palestina yang memiliki rekor menegakkan hukum Syariah dan penyiksaan (Jerusalem Post).

Sementar itu Eli Soble menghubungkan abstainnya AS yang menyebabkan dikeluarkannya resolusi PBB dengan munculnya perang besar hari Mesianik. Ia mengatakan bahwa tanda penebusan, tanda kedatangan Mesias sudah dekat, dimana negara-negara berusaha untuk mengambil kota tua Yerusalem.

Baginya, “penghalang” besar sebelum penebusan itu muncul adalah perang  Gog dan Magog. Dengan kata lain, perang Gog dan Magog harus terlebih dahulu terjadi sebelum datangnya hari itu (Second Coming).

Masih ingatkah anda mengenai kesaksian seorang pemuda Yahudi bernama Natan, dimana ia menceritakan penglihatan mengenai perang akhir zaman?  Ia mengatakan bahwa ini merupakan perang yang sangat besar karena seluruh dunia akan terlibat dalam perang. Semua Goyim (bangsa), semua orang Arab, semua orang akan datang melawan bangsa Israel dan akan berjuang dalam perang itu. Natan mengatakan bahwa Presiden Obama akan menjadi orang yang mulai perang itu. “

Sobel juga mengutip pernyataan Lubavitcher Rebbe, seroang rabi rabbi paling berpengaruh dari abad ke-20, yaitu yang tercatat dalam Mazmur 2. Mazmur 2 ini menggambarkan dinamika tertingi yang akan terjadi di zaman kita.

Respon Sanhedrin

Sanhedrin telah mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terkait Resolusi 2334 yang menyebutkan bahwa Yudea dan Samaria, Yerusalem, dan dataran tinggi Golan adalah ilegal. Sanhedrin juga menyoroti UNESCO yang pada Oktober lalu mengatakan bahwa Temple Mount tidak memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi. Sanhedrin mengatakan bahwa “Yerusalem, gunung Moria, dan Bait itu sendiri adalah tema sentral dalam Taurat”!

Sanhedrin pun percaya bahwa Presiden Obama bertanggung jawab atas eskalasi perang dan teror di seluruh dunia. Contohnya adalah kesepakan yang dibuatnya dengan Iran.  Sanhedrin menegaskan bahwa saat ini dunia di bawah pengaruh destruktif, karena Perang Gog dan Magog akan segera tiba.

“Ini pasti akan membawa tentang kematian dan kehancuran seperti yang tertulis dalam Zakharia:

Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. ~Zakharia 12: 3

Rabbi Hillel Weiss selaku juru bicara Mahkamah Agama juga angkat bicara dengan mengatakan bahwa PBB bukannya mengatasi terorisme atau krisis kemanusiaan tetapi lebih memfokuskan upaya anti Israel. “Klaimnya memerangi terorisme, tetapi justru membuat terorisme menjadi realitas global”

Sanhedrin mencatat bahwa dakwaan mereka terhadap Obama dan PBB dinubuatkan oleh Nabi Obaja.

Penyelamat-penyelamat akan naik ke atas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka TUHANlah yang akan empunya kerajaan itu. ~Obaja 1:21

Pada September tahun lalu, Sanhedrin memperingatkan Presiden AS mengenai rencana untuk menghapus sanksi atas Iran dan memungkinkan program nuklir mereka.

“Mengangkat Iran merupakan sebuah ancaman dan akan mendorong dunia dalam keadaan ketidakstabilan, termasuk senjata ekstrim pemusnah massal,” kata Sanhedrin saat itu.

Prediksi Sanhedrin terbukti akurat. Sejak deklarasi mereka pada tahun 2015, hampir 300 orang tewas dalam puluhan serangan teror di Perancis, Belgia, dan Jerman, dan hampir 100 lainnya di Amerika Serikat. Perang di Suriah telah menewaskan ratusan ribu, menciptakan krisis pengungsi global.

Sementara itu, PM Israel Benyamin Netanyahu mengaku kuatir akan resolusi PBB yang lain yang bisa saja memberatkan Israel. Selasa lalu ia mengatakan bahwa “tanda-tanda”  ini  semakin nyata setelah disepakati pertemuan 70 negara di Paris, 15 Januari mendatang. Meski telah ditolak berkali-kali oleh Netanyahu, kekuatiran adanya tekanan tambahan dari hasil pertemuan ini bisa saja terjadi.

Facebook Comments

One comment

  1. Saudara Netty Arni,

    Kalau berak jangan sembarangan!!!

    Saudara Admin,

    Mohon di filter koment yang masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: