Pelayanan Bait Suci ke-3 semakin siap dengan hadirnya perkakas ini!

Setelah membuat menorah dan minyaknya, kali ini Temple Institute memperkenalkan perkakas lain yang mereka persiapkan untuk pelayanan dalam bait suci ke-3 nanti, yaitu rak khusus susun untuk roti persembahan.

Rak ini akan dipakai dalam acara Lechem panim atau hari roti tak beragi. Rak ini diwajibkan oleh Alkitab untuk dipajang di dalam Bait Allah setiap saat. Cangkir kemenyan dicampur dengan garam ditempatkan pada roti.

Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN. ~Im 24:7

Di zaman Bait Suci, Kohanim (laki-laki dari kasta imam Yahudi) dipisahkan ke dalam kelompok keluarga yang datang ke Yerusalem untuk melayani di Bait Suci satu minggu dari setiap tahun. Kelompok yang masuk dari imam akan tiba pada hari Jumat untuk memulai layanan mereka pada hari Sabat. Pada hari Sabtu sore, para imam akan mengeluarkan roti sajian yang telah dipamerkan selama seminggu, menggantinya dengan roti yang baru dipanggang. Keluarga Kohen kemudian akan bergabung bersama dalam makan, makan panim Lechem yang baru saja diganti.

Acara ini diselenggarakan oleh Sanhedrin yang baru terbentuk. Rabbi Hillel Weiss selaku juru bicara menjelaskan mengapa Hebron, bukan Yerusalem dipilih sebagai tempat untuk orientasi layanan bait suci.

“Pengorbanan pertama yang pernah dibawa oleh seorang Yahudi adalah ketika Abraham mengorbankan seekor domba jantan pengganti Ishak, sehingga layanan Temple sebenarnya berakar di sini, di mana para leluhur dimakamkan,” katanya.

“Sebelum mendirikan kerajaan-Nya dan dasar-dasar Bait Suci di Yerusalem, Raja Daud adalah tujuh tahun di Hebron,” tambahnya.

Tzipporet Chezi, anggota dari kelompok advokasi Perempuan dari Temple Institute, menjelaskan bahwa acara ini tidak dimaksudkan untuk memperingati Bait yang hilang, tapi untuk melihat ke masa depan.

“Upacara ini dalam persiapan Bait Ketiga,” katanya.

Ketua Gerakan Temple Rabbi Hayman menjelaskan mengapa kelompok merasa perlu untuk mengambil langkah-langkah untuk membangun Bait Suci Ketiga hari ini.

“Bait Suci bukan hanya hal sejarah,”Ini membawa perdamaian ke dunia, dan dunia tidak berfungsi dengan baik tanpa itu.”

Facebook Comments

One comment

  1. Netty Arni, SH - Notaris

    Bukankah di dalam Alkitab-Nya telah dijelaskan demikian:
    Kata penutup mengenai pemberitahuan hukum Taurat.
    – “Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.
    – Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yg ditunjukan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.
    – Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yg dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya,
    – dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yg telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yg kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yg dijanjikan-Nya.” (Ulangan 26:16-19)
    Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: