Trump adalah Koresh Modern?

Shalom sahabat CAZ,

Gerakan anti Trump merebak di AS setelah Trump terpilih sebagai presiden AS yang akan menggantikan Obama. Demonstrasi terjadi Chicago, New York, Los Angeles, Philadelphia, Boston, Washington D.C., Portland, Oregon, St. Paul, Minnesotta, San Francisco, Oakland, Seattle, Richmond, Virginia, Kansas City, Nebraska, Omaha serta Austin, dan beberapa lokasi lainnya. Bahkan beberapa media mengabarkan dampak terpilihnya Trump dengan melakukan aksi mogok, memecahkan kaca, aksi bakar bendera, dll.

Clinton TrumpSecara umum banyak orang mendukung Trump sebab programnya “lebih bermoral” dari rivalnya. Tetapi tidak demikian dengan mereka yang menolak Trump dengan alasan anti islam, rasis, dsb, termasuk kebijakan kontroversialnya dengan membangun tembok pembatas antara AS dan Meksiko, yang kemudian dikecam oleh Paus Francis dengan mengatakan bahwa Donald Trump bukanlah orang Kristiani karena pandangannya yang dinilai kontroversial terkait kebijakan imigrasi.

Muslim ASDalam sebuah kesempatan bersama Fox Business Network, Trump pernah berkata bahwa akan menutup masjid-masjid di AS sebagai bagian dari perang melawan ISIS seperti yang dilakukan Inggris.  Ia berkata mungkin secara hukum saat ini tidak dibenarkan menutup masjid tetapi ada alasan yang harus diperhatikan.“Itu tergantung pada apakah masjid tersebut, seperti Anda tahu, ditempati para beruang

Sontak, pernyataan Trump mendapat kecaman dari sejumlah pihak utamanya umat Islam salah satunya dari Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) yang menilai pernyataan Trump itu bertentangan dengan konstitusi AS dan prinsip kebebasan beragama. Buntutnya, ribuan umat islam AS berdemo akan meninggalkan AS jika Trump terpilih. Dan selepas terpilihnya Trump, beberapa masyarakat juga diketahui ingin pindah dari AS ke Kanada, terbukti jadi jebolnya situs imigrasi Kanada. Kanada memang membuka diri terhadap para imigran, khususnya korban perang dari Suriah. Tetapi banyak warga AS yang mencari syarat-syarat untuk meninggalkan AS menuju Kanada.

Sejak terpilihnya Trump, beberapa orang menjadi takut, khususnya kebijakan ekonomi Trump. Beberapa mata uang dunia serta harga saham melemah saat quick count berlangsung. Namun, beberapa negara juga menyambut baik kemenangan Trump ini, seperti presiden Filipina yang mengakhiri “pertikaian” dengan AS.

Mungkin anda telah mendengar mimpi,penglihatan, ataupun nubuatan dari beberapa orang yang sudah mengatakan sebelumnya bahwa Trump yang akan memenangkan pilpres AS. Kemenangan ini benar-benar terjadi di luar dugaan, dan sekaligus mematahkan beberapa prediksi para pakar!

NetanyahuMeskipun banyak pembunuhan karakter media untuk melukis Trump sebagai fanatik dan anti-Semit, keluarga Trump berasimilasi dengan orang-orang Yahudi. Putri Trump Ivanka, dan suaminya Jared Kushner, mengunjungi makam berpengaruh Lubavitcher Rebbe sebelum hari pemilihan. Ribuan orang Yahudi mengunjungi situs makamnya setiap tahun untuk memohon berkat. Banyak di antara komunitas Ortodoks sudah mendukung Trump.

Perdana Menteri Netanyahu sendiri mengucapkan selamat Presiden terpilih Trump melalui telepon dan mengatakan kepadanya bahwa Amerika Serikat memiliki sekutu tidak lebih baik dari Israel. Kedua pemimpin ini telah saling kenal selama bertahun-tahun, memiliki percakapan yang hangat dan tulus. Trump pun mengundang Perdana Menteri Netanyahu untuk suatu pertemuan di Amerika Serikat “pada kesempatan pertama.”

Menteri Pendidikan Israel yang juga merupakan ketua partai garis keras Partai Rumah Yahudi,  Naftali Bennett mengatakan bahwa ide pendirian negara Palestina berakhir seiring terpilihnya Trump sebagai Presiden AS.

Naftali Bennet“Kemenangan Trump adalah kesempatan bagi Israel untuk mengakhiri keberadaan negara Palestina di tengah negeri ini yang membahayakan keamanan kami,” pungkasnya.

Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, juga dari Partai Rumah Yahudi, menyerukan agar Trump memenuhi janjinya memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan Kedubes itu sebagai tanda bahwa Trump akan mendobrak kebijakan yang dibuat pendahulunya baik dari Partai Republik maupun Demokrat.

Seruan yang sama disuarakan Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely dan Wali Kota Yerusalem Nir Barkat. Namun, sejauh ini, belum ada komentar apa pun dari Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

Status Yerusalem adalah satu dari beberapa isu sulit dalam penyelesaian konflik Israel dan Palestina.

Yehuda Glick, yang secara ajaib selamat dari upaya pembunuhan karena kesetiaannya pada Temple Mount, juga mengucapkan selamat kepada kandidat Partai Republik atas kemenangan yang luar biasa dalam pemilu AS. Glick mengatakan di Knesset, “Tampaknya orang-orang Amerika lelah dengan kemunafikan dan lebih memilih bicara lurus.” Ia bahkan menyatakan harapan tinggi bahwa Trump akan “naik ke Temple Mount dan memimpin dialog rekonsiliasi dan perdamaian dunia.” Ia juga mengundang Trump untuk “mengunjungi Israel dan Yudea dan Samaria untuk melihat sendiri.”

Tak ketinggalan Presiden PA Mahmud Abbas mengucapkan selamat Trump, mendesak dia untuk mengejar kesepakatan damai dan untuk mencari solusi dua-negara.

trump

Van der Hoeven mengatakan “Trump juga akan menjadi besar, teman baik Israel, layaknya di zaman Koresh modern yang diurapi Tuhan untuk membantu dan mendukung Israel di hari terakhir bahkan membangun Bait Suci untuk Tuhan di Yerusalem.

“Ini benar-benar menakjubkan dimana Donald Trump akan menjadi Presiden ke-45, dilantik pada tahun ketujuh puluh, bulan ketujuh tahun dan hari ketujuh ketika ia akan mengambil sumpah jabatan pada 20 Januari 2017!”

Facebook Comments

4 comments

  1. Syalom,
    Kita mohon agar dikirimkan berira terbaru setiap saat.Trimakasih.TYM

    • Silahkan di subsribe ya blog ini, nanti masuk otomatis ke dalam email saudara setiap ada postingan baru. GB

    • Silahkan di subsribe ya blog ini, nanti masuk otomatis ke dalam email saudara setiap ada postingan baru. Kolom subribe ada di bagian bawah web ini. GBU

  2. saya juga suka trump

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: