Rusia “menggila”, perang di depan mata kita!

Shalom sahabat CAZ,

Rusia benar-benar telah mempersiapkan diri untuk perang. Selasa lalu Rusia telah melakukan ujicoba Rudal balistik RS-18 dari glider hipersonik. Glider hipersonik yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini diklaim mampu mengalahkan sistem anti-rudal Amerika Serikat.

Rudal balistik RS-18

Dan kemarin, kapal induk, kapal perang, serta jet tempur Rusia telah diberangkatkan menuju Suriah. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa alutsista tersebut dikerahkan untuk menyerang Allepo “Dengan demikian, ini memperburuk bencana kemanusiaan,” ucapnya.

NATONATO sendiri sangat mengecam tindakan Rusia sebab banyak laki-laki, perempuan, dan anak-anak meninggal setiap hari akibat serangan udara Rusia. NATO sendiri sedang memperkuat pasukannya (beberapa negara Eropa dibawah kepemimpinan AS) guna mengantisipasi keputusan Rusia ini. Namun di pihak lain, Putin telah mempersiapkan tentara yang disebut-sebut akan menandingi tentara NATO.

Bukan hanya itu, di tengah perang dingin dengan AS, Rusia dikabarkan telah mengadakan latihan untuk menghadapi ancaman bom nuklir. Seperti diketahui bahwa Rusia telah memperluas tempat penampungan bom dan pengujian masker gas bagi di bawah tanah, bagi 40 juta warga Rusia.

Wakil Menteri Pertahanan Andrey Mischenko membenarkan pelatihan warga Rusia menghadapi ancaman bom nuklir itu. Selain itu, TV Rusia menyiarkan rekaman yang menunjukkan pekerja darurat mengenakan pakaian pelindung nuklir serta pekerja yang tengah mengecek ventilasi di tempat penampungan bom.

Su T-50 PAK FA
Di samping itu, Rusia juga telah melakukan uji coba Prototipe Kesembilan Jet Tempur PAK FA mereka. Jet tempur ini dikabarkan memiliki kemampuan yang melampaui semua pesawat yang setipe dengannya.

Jika Hillary memenangkan pilpres AS

V. PutinJika terpilih sebagai Presiden AS, Capres dari partai Demokrat, Hillary Clinton akan mengambil kebijakan luar negeri dengan membuat zona larangan terbang di Suriah. Keputusan ini ditentang oleh Kongres sebab bisa membuat AS masuk dalam resiko perang dengan Rusia. Dengan kata lain, jika AS mendeklarsikan zona larangan terbang, itu berarti AS bisa menembak jatuh jet tempur Rusia ketika mereka memasuki wilayah udara Suriah. Jika terjadi demikian, maka tentu perang dunia 3 bisa terjadi.

Terkait kritikan yang terus dilontarkan kepadanya oleh AS, Putin mengancam untuk perang, terutama bagi Hillary. Ia mengatakan bahwa “Nyonya Clinton telah memilih mengambil sikap yang sangat agresif terhadap negara kami, terhadap Rusia,”. “Sebaliknya, Tuan (Donald) Trump, menyerukan kerja sama, setidaknya dalam urusan perang internasional melawan terorisme, tambahnya.

Facebook Comments

One comment

  1. Kepongahan amerika yg selalu merasa bahwa seluruh dunia berada dalam kekuasaannya,perlu disadarkan bahwa masih ada negara lain yg bisa menandingi tehnologi mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: