Banyak atau sedikitkah yang selamat?

Shalom sahabat CAZ.

Pertanyaan ini termasuk pertanyaan yang sering kali orang tanyakan. Alkitab sebenarnya tidak pernah menuliskan mengenai jumlah secara matematis mengenai bilangan orang yang akan selamat. Meski demikian, terdapat beberapa perumpamaan yang “dianggap” menyiratkan apakah banyak atau sedikit orang yang akan diselamatkan.

Mari perhatikan kisah dalam Yoh 1:35-40

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus

Dalam kisah ini, diceritakan mengenai 2 murid Yohanes yang telah melihat Yesus. Perhatikan bahwa mereka telah mengikut Yesus, tetapi Yesus justru berkata “Apakah yang kamu cari?” Hal ini bicara mengenai motivasi kita mengikut Yesus. Dan setelah mereka mengit Yesus dan melihat di mana Ia tinggal, ternyata hanya 1 yang menjadi murid, yaitu Andreas.

Tuhan memanggil murid-muridDari perumpamaan ini, diketahui jelas bahwa rasionya adalah 50:50. Ada beberapa kisah lain dalam Alkitab yang menceritakan hal yang sama. Misalnya, dalam khotbahNya mengenai Akhir Zaman, Tuhan Yesus berfirman bahwa:

Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”  [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] ~Lukas 17:34-36

Demikian juga dengan perumpamaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana, dimana 5 gadis bodoh ditolak, dan 5 gadis bijaksana diterima. Beberapa orang mengatakan bahwa perumpamaan-perumpamaan  di atas menggambarkan bahwa hanya setengah yang akan diselamatkan.

Adalagi perumpaan lain seperti berikut:

Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya ~Lukas 17:26-30

Zaman Nuh dan LotAlkitab menuliskan bahwa Kedatangan Anak manusia menggambarkan zaman Nuh dan Lot. Di zaman Nuh, hanya 8 orang yang selamat, sedangkan pada zaman Lot, hanya Lot, isteri dan 2 putrinya yang selamat (Istinya kemudian menjadi tiang garam).

Perumpamaan ini semakin menegaskan bahwa hanya sedikit yang selamat!

Sepintas, jika melihat perumpamaan-perumpaan di atas, seolah-olah pikiran kita digiring kepada satu oknum yang menskenariokan kejadian ini, yaitu Tuhan sendiri. Lalu apakah Tuhan memang berkehendak hanya menyelamatkan sedikit orang saja?  Bukankah ini mempertontonkan Tuhan yang jahat?  Ataukah ini justru merupakan gambaran yang akan terjadi mengingat Tuhan adalah Omni Scient atau Maha Tahu, sehingga perkataan dalam perumpamaan tersebut menjadi peringatan keras bagi kita yang hidup di akhir zaman ini?

Bagaimana menjawab hal ini?

Mari perhatikan perumpaan yang Tuhan Yesus sampaikan berikut :

22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:

22:2 “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Matius 22:1-1422:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.

22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Beberapa Point Penting

Yang saudara semua harus mengerti bahwa Tuhan mengasihi semua umat manusia, dan tidak menginginkan satupun diantara mereka yang binasa.

yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.          ~1 Tim 2:4

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat ~2 Pet 3:9

Lalu apa maksud dari perumpamaan di atas. Dalam kisah itu beberapa kali disebutkan mengenai orang pilihan. Ada konteks tertentu dimana orang pilihan itu adalah kita sebagai gereja masa kini, tetapi ada konteks tertentu juga dimana orang pilihan itu benar-benar merujuk kepada Israel jasmani saja. (PL menuliskan bahwa orang pilihan itu adalah Israel).

Matius 22:1-14Perhatikan dengan teliti ayat 1-3.

22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:

22:2 “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Lihatlah bahwa Tuhan mengundang bangsa Yahudi, tetapi mereka tidak mau datang. Dalam budaya Timur Tengah, undangan biasanya disampaikan sebanyak 2x. Ini jelas adalah undangan bagi mereka untuk percaya kepada Mesias, tetapi mereka menolaknya. Undangan ini dimulai saat mereka menolak pesan dari pendahulu Tuhan Yesus, yaitu Yohanes pembaptis untuk menerima Dia, dan juga saat Ia sendiri yang datang memperkenalkan diriNya.

Ayat 4 dalam perumpamaan ini menceritakan bahwa Tuhan memanggil mereka untuk yang kedua kalinya.

22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

Perhatikan respon mereka dalam ayat yang ke-6, dimana mereka justru melakukan kekerasan.

22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Pada zaman Tuhan Yesus, ada kebiasaan untuk menghargai undangan sebuah pesta. Menolak undangan yang disampaikan sampai dua kali benar-benar merupakan penghinaan terhadap tuan rumah, apalagi persiapan sudah siap.

Dalam ayat selanjutnya, dikisahkan bahwa Raja itu murka dan dan memerintahkan pembinasaan kota mereka. Ini adalah nubuat Yerusalem pada tahun 70 Masehi, dimana Roma dalam pimpinan Jenderal Titus datang melakukan penyiksaan dan pembunuhan, serta membakar kota Yerusalem.

22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

(Perumpamaan ini selaras dengan perumpamaan tentang  Penggarap-penggarap Kebun Anggur)

Meski para undangan tidak datang karena berbagai macam alasan, namun perjamuan kawin itu tidak menjadi tertunda! Ayat 8-10 menceritakan bagaimana kasih Tuhan sampai kepada bangsa-bangsa lain, akibat dari tindakan bangsa Yahudi untuk menolak Mesias yang dijanjikan itu (Lukas 14:23).

22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

tidak menggunakan pakaian pestaUndangan ke-3 ditulis dalam ayat 10-13, dimana Tuhan Allah yang penuh kemurahan memberikan undangan kepada orang-orang jahat dan orang-orang baik”. Undangan ini banyak ditanggapi, hanya saja ada yang datang dengan tidak berpakaian pesta. Pakaian pesta ini adalah lambang dari jubah kebenaran” yang disediakan Allah dalam kasih-karuniaNya melalui iman.

Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya ~Yesaya 61:10

Perumpamaan ini jelas berbicara mengenai bangsa Yahudi dan non-Yahudi. Orang-orang pilihan selalu akan mengacu pada Israel sebagai bangsa pilihan. Demikian juga dengan kita yang adalah Israel-Israel rohani. Kita termasuk dalam orang-orang pilihan Allah.

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. ~Kolose 3:12

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib ~1 Pet 2:9

Saudara perhatikan mengapa banyak orang di Akhir Zaman akan menolak Yesus, sebab undangan tersebut diberitakan lewat hamba-hamba Tuhan. Orang-orang yang menolak ersebut tidak melihat bahwa itu adalah pesan dari Tuhan. Ketika hamba itu datang dengan membawa pesan dari tuan rumah, “Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap,” tamu-tamu yang diundang itu hanya melihat seorang manusia. Sudah berapa banyak orang yang Tuhan pakai untuk menyampaikan udangan bahagia ini? Sayangnya, kebanyakan manusia hanya melihat si pembawa pesan! Oleh sebab itu sangat diperlukan iman saat mendengat hamba-hamba Tuhan yang membawa berita akhir zaman.

Dalam perumpaan serupa mengenai orang-orang berdalih dalam Luk 14:15-24, disebutkan dengan jelas bahwa mereka yang diundang sangat sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga memilih untuk berdalih dengan alasan yang tidak masuk akal!  Pengharapan dan hidup mereka berbalik arah kepada perkara dunia ini, dan mereka tidak lagi memikirkan perkara- perkara yang di atas, bukan yang di bumi!

Di akhir perumpamaan itu, Yesus melibatkan diri-Nya dengan berkata berkata, “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”  Tuhan Yesus sedang berbica tentang pestaNya, seolah-olah Ia berkata bahwa tidak satu pun dari tamu-tamu yang telah bersikap menghina itu akan merasakan jamuanNya!

Dipilih berdasarkan Kasih Karunia

Jika anda pernah mendengar kata Predestinasi, itu adalah doktrin yang Alkitabiah. Tuhan dari semula telah memutuskan dan menetapkan sebelumnya (proorizo) siapa yang akan Ia selamatkan.  Efesus 1:5 dan 11 mengatakan, “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, … karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan—kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya” 

kasih BapaRoma 8:29-30 menyatakan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Sejenak, sepertinya Ia adalah Tuhan yang tidak adil jika memilih siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan binasa. Tetai ingat, semua manusia harusnya binasa. PilihanNya itu justru membuktikan bahwa Ia adil dan Kasih, sebab kita tidak pantas menerima apapun dari Allah.

Ia telah memilih dengan kedaulatanNya orang-orang secara pribadi seperti Musa, Samuel, Yohanes Pembaptis, serta secara korporat seperti pemilihan bangsa Israel dan gereja sebagai UmatNya. Dari orang-orang terpilih ini, kasih Bapa dinyatakan kepada seluruh dunia, lewat Amanat Agung. Bapa mengundang seluruh dunia ini untuk percaya kepada AnakNya (Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini).

Sehingga mereka yang terpilih adalah mereka yang merespon undangan kasih karunia itu. Predestinasi sulit dijelaskan tetapi sejalan dengan respon orang yang ditarik kepada Allah (Yohanes 6:44) dan percaya untuk diselamatkan (Roma 1:16).

Facebook Comments

4 comments

  1. Arya Sakramen Barus

    Jika konsep predistinasi admin seperti itu saya setuju,
    ” Sehingga mereka yang terpilih adalah mereka yang merespon undangan kasih karunia itu”

    Tapi menurut asal muasal konsep predistinasi dari kaum kalvin, sedikitpun manusia tidak ada turut andil dalam keselamatan itu , TUHAN sudah tetapkan, mau taat gimanapun atau mau percaya gimanapun , asal TUHAN tidak pilih, ya tidak selamat .

    Konsep hypergrace , beda lagi, kita semua sudah dipilih, asal kita percaya, sekali selamat tetap selamat , mau buat dosa apapun itu, kita sudah diampuni

    Banyak konsep yg beredar

    • Mereka yg merespon itu adalah pekerjaan Allah di dalam mereka
      Calvin Dan konsep grace benar menurut saya sesuai firman Tuhan

  2. To arya.. jangan pernah percaya dan mau disesatkan dengan konsep or ajaran ajaran aneh yang sudah berkembang di waktu2 ini.. tetaplah bangun persekutuan dengan Roh Kudus, maka Hikmat kebenaran yg sejati akan dicurahkan ke atas kita sebagai anak Allah.. JESUS Love you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: