Bagi orang Yahudi, tanda ini merupakan bukti kedatangan Mesias semakin dekat!

Salah satu manfaat tinggal di Israel modern adalah koneksi fisik dengan Alkitab. Dua keluarga Amerika pindah ke Yavne’el di Galilea atas dan secara pribadi menyaksikan berkat Yakub ke Naftali datang tepat di halaman belakang mereka.

Galilee Upper

Dalam Alkitab Israel dibagi menjadi daerah berdasarkan suku dan tanah yang mereka warisi Yavne’el (Yabneel) berada di kawasan suku Naftali. Kota ini adalah satu kota perbatasan Alkitab dari suku Naftali yang disebutkan dalam Kitab Yosua (Yosua 19:33)

Di ranjang kematiannya, Yakub memberkati setiap anak-anaknya dengan visi kenabian untuk masing-masing suku mereka. Berkat Naftali tercatat dalam Kejadian 49:21

Naftali adalah seperti rusa betina yang terlepas; ia akan melahirkan anak-anak indah

Rabbi Shlomo Yitzchaki, sarjana Taurat pada abad ke 11 menjelaskan bahwa visi kenabian ini merujuk  pada lembah Ginosar di tanah yang ditunjuk untuk suku Naftali. Sama seperti rusa adalah cepat, tanah subur di wilayah yang ditunjuk untuk Naftali akan memungkinkan buah matang dengan cepat. Dan, pada kenyataannya, Galilea bagian atas adalah wilayah mencolok subur dan rimbun.

Galilee Upper

Bagi orang Yahudi, tidak ada tanda yang lebih pasti mengenai kedatangan Mesias selain melihat dari pemenuhan nubuatan dalam kitab Yehezkiel. Hal ini tertulis jelas dalam kitab Talmud. (Sanhedrin 98a). Dan saat ini wilayah Galilea bagian atas sedang mekar. Ini adalah tanda yang begitu kuat.

Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali.  ~Yehezkiel 36: 8

Hubungan antara orang Yahudi adan tanah Israel senditi begitu kuat. Menurut nubuatan, tanah tersebut akan tetap tandus, hingga sampai orang-orang Yahudi kembali, dan tanah itu akan memberikan buah berlimpah. Sejarah membuktikan hal ini.

Hal ini disaksikan langsung oleh Rabbi Shmuel Veffer. Ketika ia pindah ke Yavne’el tujuh tahun lalu, ia senang melihat kurma di kebunnya matang dan berbuah. Ia menemukan bahwa mereka telah menghasilkan 200 kilogram (440 pon) buah, lebih dari cukup untuk dia dan keluarganya selama satu tahun.

Berkat Naftali mencakup banyak buah-buahan, dan faktanya daerah itu adalah daerah  yang subur dengan tanaman apapun dan yang hasilnya paling menguntungkan.

Galilee landscape

Sebuah tur singkat dari wilayah ini mengungkapkan banyak penggalian arkeologi dengan menekan zaitun kuno. Pada zaman Alkitab, buah zaitun yang tumbuh digunakan untuk minyak, dan bukan untuk makanan. Alkitab juga mengatakan bahwa minyak zaitun digunakan dalam lampu sebagai sumber  pencahayaan terbaik dalam  rumah.

Pada tingkat spiritual, buah zaitun adalah pengingat dari Israel untuk menyebarkan Taurat kepada dunia. Dalam Shir HaShirim Rabba (1:21), kumpulan ajaran kotbah tentang Kidung Agung disusun pada  abad kelima, oleh seorang Yahudi, dimana ia menulis  “Karena minyak zaitun membawa terang bagi dunia, demikian juga Israel membawa cahaya ke dunia.”

Sumber : breakingisraelnews.

Facebook Comments

2 comments

  1. Netty Arni, SH-Notaris

    Tentang minyak zaitun yang menjadi nur/penerang/cahaya-Nya telah dijelaskan di dalam Kitab Suci-Nya demikian:
    – “Sungguh Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang menerangkan dan sebagai perumpamaan dari mereka yang terdahulu sebelum kamu, dan sebagai pengajaran bagi orang-orang yang takwa.
    – Allah adalah cahaya bagi langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti lubang yang di dalamnya ada pelita. Dan pelita itu dalam kaca. Dan kaca itu laksana bintang-bintang yang berkilauan yang dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkati, yaitu minyak zaitun yang bukan di timur dan tidak (juga) di barat. Minyaknya hampir menerangi sekali pun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya. Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Alqur’an 24:34-35)
    Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

  2. Netty Arni, SH-Notaris

    Kiranya di akhir zaman ini Bait Suci Ketiga di puncak Bukit Moria sebaiknya cepat bisa dibangun lagi, ……. Karena di Ruang Suci/Ruang Kudus-Nya yg terbuat dari emas, di dalamnya terdapat Lampu Menorah bercabang tujuh terbuat dari berkilo-kilo emas juga yg dinyalakan dengan minyak zaitun pada tiap-tiap petang hari dan dipadamkannya pada pagi harinya oleh para Imam Yahudi, …….
    Dan ketika Jenderal Titus menghancurkan Bait Suci Allah pada tahun 70 Masehi, kemudian mengangkut Lampu Menorah Emas tersebut sebagai barang rampasan perang untuk dibawa ke Kekaisaran di Romawi, dan akhirnya disimpan sebagai barang berharga di Gereja Santo Petrus di Vatican hingga saat ini, ……..
    Maka marilah kita doakan bersama agar Gunung Puteri Sion/Yerusalem bisa suci/kudus kembali karena adanya Bait Suci Ketiga di puncak Gunung Moria sebagai ‘Rumah Doa Bagi Segala Bangsa’, ……. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: