Konferensi Bersejarah Yerusalem  untuk Rekonsiliasi ke-12 suku Setelah 2.000 Tahun

Setelah 2000 tahun dalam hubungan yang pahit, kini diadakan konferensi terobosan untuk membawa orang-orang Yahudi dan non-Yahudi bersama sebagai anak-anak Yakub. Penyelenggara berharap bahwa acara yang belum pernah dibuat sebelumnya ini akan menjadi awal yang unik yang akan memenuhi nubuatan yang telah ditunggu-tunggu.

The Commonwealth of Yisrael (COY) Konferensi Rekonsiliasi Internasional kedua di Jerusalem pada 13-15 Juni. Acara ini dijadwalkan setelah liburan dari Shavuot, yang merupakan waktu dimana ketika Tuhan memberikan Taurat kepada dunia melalui bangsa Israel. Konferensi ini dimaksudkan untuk menjadi langkah besar untuk ko-eksistensi damai dan penciptaan sebuah keluarga global yang berdoa kepada Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.

Gerakan ini didirikan berdasarkan nubuat Yehezkiel 37:16-17, yang memprediksi berkumpulnya Israel.

“Hai engkau anak manusia, ambillah sepotong papan dan tulis di atasnya: Untuk Yehuda dan orang-orang Israel yang bersekutu dengan dia. Kemudian ambillah papan yang lain dan tulis di atasnya: Untuk Yusuf — papan Efraim — dan seluruh kaum Israel yang bersekutu dengan dia. Gabungkanlah keduanya menjadi satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu

kellen-davisonKellen Davison, Reconciliation with Israel and co-founder of the Commonwealth of Yisrael  menyelenggarakan konferensi sebagai langkah berikutnya dalam visi global yang dimulai pada acara yang digelar September lalu.

“Alkitab mengatakan bahwa Israel harus pergi ke Mesir dengan 70 orang dan keluar dari sana seperti bintang-bintang di langit. Selama Shavuot akan ada sekitar 70 jiwa Israel berkumpul di Yerusalem dari seluruh dunia untuk mengatakan bahwa tulang kering sedang datang untuk hidup”, terangnya.

Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui! ~Yehezkiel 37: 3

Dengan perwakilan yang sama dari pengikut Taurat Yahudi dan non-Yahudi dan peserta yang datang dari seluruh dunia dan Israel, workshop dan perkuliahan  akan difokuskan pada isu-isu kunci yang dapat membawa unsur-unsur yang beragam dari keluarga Israel untuk pemahaman yang lebih baik satu sama lain.

Sebagai aturan dasar untuk interaksi antara peserta, yang semuanya orang dari keyakinan yang kuat, akan ada aturan ketat tanpa mendakwa. Peserta akan berinteraksi, mengungkapkan dasar spiritual yang membawa mereka bersama-sama, sambil menghormati keyakinan masing-masing.

Pada pandangan pertama, konferensi tampaknya membawa orang-orang yang tidak memiliki kesamaan, namun unsur dasar yang dipegang teguh keyakinan umum:

  • Cinta dan menyembah Allah Israel.
  • Cinta dan hormat bagi bangsa Israel, termasuk “Lost House of Israel”, dan keinginan untuk memberkati seluruh Israel.
  • Menerima prinsip Taurat, seperti Shabbat dan Hari-hari Raya, dalam kehidupan pribadi seseorang.
  • Cinta untuk Tanah Israel.
  • Membela hak Yahudi untuk hidup di Tanah Israel dan menentang propaganda anti-Israel dan kebohongan.

Ovadyah Avrahami, co-founder dari Persemakmuran Yisrael proyek, menjelaskan kebutuhan tepat waktu untuk konferensi.

“Sebagai seorang Yahudi, saya mengakui bahwa topik ini adalah salah satu yang diketahui oleh para rabi dan sesama orang Yahudi, tetapi jarang dibicarakan,” kata Avrahami. “Pembagian 12 suku bangsa Yisrael (Israel) adalah tragedi tunggal terbesar dalam sejarah bangsa, diikuti oleh pengasingan kedua rumah Israel. Ini akan menandai pertama kalinya dalam 2.000 tahun bahwa orang Yahudi akan bertemu muka dengan orang-orang yang mengatakan mereka  milik atau keragaman dari tubuh Yoseph / Efraim.

Rabbi Tuly Weisz adalah pendiri LSM Israel365, publisher Breaking Israel News, yang merupakan co-sponsor konferensi penting ini.

Ia mengatkan bahwa event ini menegaskan kembali keyakinan atas satu Tuhan Israel. “Fakta bahwa begitu banyak orang Kristen yang merangkul orang-orang Yahudi dan menolak dakwah merupakan perkembangan penting dan saya senang untuk berpartisipasi dalam program seperti itu, tambahnya.

Sumber :breakingisraelnews

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: