kohanim
kohanim

Pembangunan Bait Suci Ketiga semakin dekat!

Rabbi Chaim Richman

Rabbi Chaim Richman

The Temple Institute telah memulai tahap kedua untuk membangun Bait Suci. Mereka tengah menyusun daftar imam Yahudi yang akan memenuhi syarat untuk mempersiapkan sapi merah dan melayani di Bait Allah.  Berita ini langsung diumumkan oleh Rabbi Chaim Richman, Direktur Internasional dari Temple Institute, pada hari Senin kemari, bertepatan dengan pembacaan Taurat mingguan yang menggambarkan penyusunan lembu merah.

Registri ini akan mencakup orang-orang yang memiliki warisan patriarki yang jelas dari kelas imam (keturunan Harun), lahir dan dibesarkan di Israel, dan telah mengamati hukum kemurnian wajib bagi imam. Hal ini termasuk mereka tidak boleh datang mendekati orang mati, pekuburan, rumah sakit, dll. Imam yang masuk dalam hitungan harus memenuhi syarat-syarat diatas.

Setelah Temple Institute telah menyusun daftar calon dengan kelayakan yang diverifikasi, mereka akan mulai melatih mereka dalam penyusunan kompleks abu dari sapi merah. Pelatihan akan berlangsung di Nezer HaKodesh, sebuah lembaga yang didirikan tiga tahun lalu untuk mendidik para imam secara khusus.

Proyek ini memiliki implikasi tidak hanya untuk kohanim, tetapi untuk siapa saja yang tertarik dalam mengambil bagian dalam pelayanan Bait Suci. Siapa pun yang akan sampai ke Bait Suci perlu pada tingkat tinggi kemurnian ritual. Sebagian besar jenis kenajisan dapat dihilangkan melalui perendaman dalam mikveh (mandi ritual). Untuk kenajisan melalui kontak atau kedekatan dengan orang mati, proses pemurnian membutuhkan seorang imam untuk memercikkan air yang dicampur dengan abu dari sapi merah.

Bagi mereka,  selama ribuan tahun tanpa adanya bait suci, semua orang diangga najips. Mujizat kedatangan lembu merah ini kembali memungkinkan pelayanan penyucian di Bait Suci nanti.

“Ini adalah lompatan besar untuk Temple Institute dan lompatan besar bagi orang-orang Yahudi. Untuk pertama kalinya dalam 2000 tahun, setelah secara ajaib kembali ke Tanah Israel, kita mulai proses mengembalikan kemurnian Alkitab imamat Yahudi”, ungkap Rabbi Richman.

The Temple Institute adalah organisasi non-profit, didirikan pada tahun 1987, yang didedikasikan untuk membangun kembali Bait Suci  Yahudi di Gunung Moria di Yerusalem. Tercatat sampai hari ini, telah diciptakan lebih dari 70 peralatan untuk pelayanan Bait Suci, termasuk menorah emas, permata bertatahkan dada imam besar, alat musik yang digunakan oleh orang-orang Lewi, dan pakaian imam.

Red Heifer

Red Heifer

Prestasi terbesar yang  telah dilakukan oleh institusi ini adalah mengembangbiakkan lembu merah atau yang disebut red heifer. Selama penelitian berpuluh-puluh tahun, rasanya sulit sekali untuk membesarkan lembu jenis ini. Sampai mereka berhasil menanamkan embrio lembu ini pada lembu Israel.

Hukum Alkitab mensyaratkan bahwa sapi merah menjadi bercacat, dan dilarang dari yang diperah atau diresapi, sehingga harus dinaikkan dalam kondisi pengawasan khusus.

Tidak seperti kebanyakan aspek lain dari layanan Temple, pembakaran sapi merah dan penggunaan abu untuk memurnikan tidak memerlukan naik ke Temple Mount. Kenyataan ini menghalangi setiap komplikasi politik yang mungkin timbul, karena orang-orang Yahudi saat ini dicegah berdoa atau melakukan ritual apapun di situs suci.

Sumber :breakingisraelnews

Facebook Comments

One comment

  1. Netty Arni, SH-Notaris

    Wahai Gunung Puteri Sion/Yerusalem bangunlah, ……. Bangunlah wahai Gunung Puteri Sion/Yerusalem, …….. Sucikanlah/bersihkanlah/sehatkanlah/kuduskanlah dirimu/hatimu, ……. Kenakanlah pakaian kehormatan/kemuliaanmu, ……. Pakailah selendang suteramu pertanda mempunyai hati yg lembut/lunak/berbelas kasih ada di dalammu, ……. Pakailah perhiasanmu dari perak dan emas serta batu-batu permata serta mutiara yg biasanya dikenakan oleh bidadari-bidadari atau penduduk di Kerajaan Surga, ……. Biarlah perumpamaannya bagaikan ‘Yerusalem Surgawi’ diturunkan di muka bumi ataupun munculnya Surga Firdaus (Nuzulul Firdausi) di muka bumi, ……. Untuk membuat shekinah/ketenangan kedamaian kesejahteraan di langit dan di bumi-Nya ini, …….. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: