Petter Chamor
Petter Chamor

Petter Chamor ~ Penebusan Keledai sulung di Makam Raja Daud!

Tetapi anak yang lahir terdahulu dari keledai haruslah kautebus dengan seekor domba; jika tidak kautebus, haruslah kaupatahkan batang lehernya. Setiap yang sulung dari antara anak-anakmu haruslah kautebus, dan janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa ~Keluaran 34:20

Shalom sahabat CAZ,

Petter Chamor

Petter Chamor

Di bulan Februari yang lalu, diadakan Petter Chamor, atau penebusan keledai sulung di Makam Raja Daud. Kegiatan ini merupakan perintah Taurat, dimana diperintahkan sebanyak 3x, yaitu dalam Keluaran 13:13; Keluaran 34:20; dan Bilangan 18:15. Orang-orang Yahudi memegang teguh perintah ini karena menganggap bahwa keledai yang lahir sulung sebagai Hekdesh, atau yang disucikan, dan milik Allah melalui utusan-Nya, yaitu imam.

Rabbi Berger, rabi dari Makam Raja Daud mengatakan bahwa ditempat inilah seluruh bangsa Israel akan ditebus, yakni di kota tua Yerusalem. Rabbi Simcha HaCohen Kook, Kepala Rabbi dari Rehovot dan Sinagog Hurva di Yerusalem, menjabat sebagai utusan kohanic  (imam) untuk menerima keledai muda. Rabi terhormat lainnya, adalah Rabbi Aharon Yitzchak Stern dan Rabbi Shalom arush, menghadiri upacara tersebut juga.

Keledai tersebut dihiasi dengan mahkota karena keledai ini menghubungkan kita dengan Allah, kata Rabbi Berger. Di samping keledai tersebut, berdiri domba yang akan diberikan untuk menebusnya. Dia kemudian membacakan berkat:

Terpujilah Engkau, Raja alam semesta, yang telah menguduskan kami dengan perintah-Nya, dan memerintahkan kami untuk menebus keledai anak sulung.

Petter Chamor

Petter Chamor

 

 

Petter Chamor

Petter Chamor

Lalu ia membacakan berkat shehechayanu, yaitu berkat yang diucapkan pada acara-acara khusus ketika seseorang merayakan “yang sulung”. Rabbi Berger menggambarkan kegembiraan besar dari kerumunan orang ketika mereka mendengar berkat langka ini. Mereka berkumpul meneriakkan bersama-sama, “Tuhan, sama seperti Engkau menebus keledai ini, demikianlah Engkau menebus seluruh Israel dan membawa Moshiach (Mesias) sekarang!”

Disadur dari breakingisraelnews

Petter Chamor

Petter Chamor

Sahabat, seperti yang sudah-sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu tanda yang perlu kita lihat menjelang kedatangan Tuhan yang kedua adalah dengan melihat apa yang Ia sedang lakukan terhadapat anak sulungNya, Israel. Jika orang-orang Yahudi saja sudah memiliki hasrat yang kuat mengenai kedatangan Mesias, hal itu perlu kita camkan.

Konsep tentang Mesias bagi kepercayaan Yudaise dan Kristen berbeda, dimana mereka percaya bahwa Mesias yang akan datang itu adalah manusia biasa, sedangkan kita umat kristen percaya bahwa Ia adalah Tuhan yang akan datang sebagai Raja. Meski demikian, setiap hal yang terjadi di kalangan bangsa Yahudi akhir-akhir ini tetap menjadi pertimbangan tambahan kita, mengingat Alkitab juga menuliskan bahwa upacara yang tertulis dalam Taurat untuk Israel, mengandung nubuatan. Inilah yang membuat bangsa Yahudi, sebagai satu-satunya bangsa di muka bumi ini yang dalam setiap upacara yang mereka lakukan terkandung sebuah nubuatan penting.

Para rabi di sana mengungkapkan peristiwa penebusan keledai ini merupakan lambang dari penebusan seluruh anak-anak Yakub dari tanah perbudakan, Mesir. Dan hal inilah yang mereka imani, bahwa akan terjadi penebusan untuk seluruh anak-anak Yakub di Yerusalem.

Facebook Comments

2 comments

  1. Netty Arni, SH-Notaris

    Sesungguhnya TUHAN Allah Abraham/Ibrahim dan Israel/Yakub memang menghendaki setiap anak sulung ditebus dengan seekor domba sembelihan/bakaran, bukankah hal ini telah dijelaskan di dalam Alkitab-Nya demikian:
    Kepercayaan Abraham diuji
    – ” Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: ‘Abraham,’ lalu sahutnya: ‘Ya, Tuhan.’ – Firman-Nya: ‘Ambillah anakmu yg tunggal itu, yg engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yg akan Kukatakan kepadamu.’ – Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yg dikatakan Allah kepadanya. – Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangannya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. – Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: ‘Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.’ – Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. – Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: ‘Bapa.’ Sahut Abraham: ‘Ya, anakku.’ Bertanyalah ia: ‘Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi dimanakah anak domba untuk bakaran itu?’ – Sahut Abraham: ‘Allah yg akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.’ – Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
    – Sampailah mereka ke tempat yg dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnya kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. – Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
    – Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: ‘Abraham, Abraham.’ Sahutnya: ‘Ya, Tuhan.’ – Lalu Ia berfirman: ‘Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yg tunggal kepada-Ku.’ – Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yg tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. – Dan Abraham menamai tempat itu: ‘TUHAN menyediakan’; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang : ‘Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” (Kejadian 22:1-14) Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar.

  2. Netty Arni, SH-Notaris

    Dan mengenai pengorbanan Bapa Abraham/Nabi Ibrahim dengan mempersembahkan puteranya ini diterangkan di dalam Kitab-Nya demikian:
    – “Ya Tuhanku, berilah aku (anak) yg saleh’.
    – Maka Kami menggembirakannya dengan seorang anak yg sangat penyantun.
    – Maka tatkala anak itu mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?’ Dia berkata: ‘Wahai bapakku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepada engkau; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yg sabar’.
    – Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkannya atas pipinya,
    – Kami memanggilnya: ‘Hai Ibrahim,
    – sungguh engkau telah benarkan (lakukan) mimpi itu.’ Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yg berbuat baik.
    – Sesungguhnya ini adalah ujian yg nyata.
    – Dan Kami menebusnya dengan sembelihan yg besar.
    – Dan Kami tinggalkan sebutan yg baik pada orang-orang yg datang kemudian.
    – Sejahteralah atas Ibrahim.
    – Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat baik.
    – Sesungguhnya dia termasuk dari hamba-hamba Kami yg beriman.
    – Dan Kami menggembirakannya dengan Ishak sebagai nabi yg termasuk orang-orang yg saleh.
    – Dan Kami berkati atasnya (Ibrahim) dan atas Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yg berbuat baik, ada (pula) yg zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.” (Alqur’an 37:100-113)
    Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: