Kambing dan Domba
Kambing dan Domba

Mengerti Perumpaan “Penghakiman Terahkir” dalam Matius 25:31-46!

Shalom sahabat CAZ,

Sheep and Goat

Sheep and Goat

Masih di awal tahun baru ini, kita melihat apa yang firman Tuhan tuliskan mengenai tanda-tanda kedatanganNya semakin nyata. Lihat saja goncangan yang melanda bangsa-bangsa, krisis ekonomi, gempa bumi, tuaian besar kaum kedar dari Suriah, dan yang paling nyata ialah kembalinya suku-suku Israel ke tanah nenek moyang mereka.

Bahkan kita percaya bahwa semua nubuatan dalam Kitab Suci Alkitab sedang menuju pada pengenapannya. Salah satu yang Tuhan goncangkan akhir-akhir ini adalah orang-orang Kristen sendiri. Tujuannya jelas, untuk memisahkan mana yang sungguh-sungguh termasuk dombaNya, dan mana yang bukan.

Pada akhirnya nanti, hanya akan tersissa mana orang percaya yang sungguh-sungguh, dan mana yang hanya beragama Kristen. Mereka yang belum lahir baru akan masuk bersama dengan orang-orang yang tidak percaya, yaitu masuk dalam golongan kambing. Sementara mereka yang percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus Kristus akan masuk ke dalam kumpulan domba.

Mari buka Alkitab saudara dan mulai membaca Matius 25:21-46.

Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. ~Matius 25:31

Dari ayat ini, kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa kedatangan yang dimaksud pasti adalah Second Coming, sebab konteks ayat ini adalah KedatanganNya sebagai Raja (ay4). Perhatikan kata “takhta” yang merujuk pada kedatanganNya untuk memerintah dan menghakimi.

Kedatangan Yesus yang pertama dilakukan dalam keadaan penyangkalan diri, yaitu bukan dilahirkan di istana yang megah akan tetapi di palungan, dalam sebuah kandang. Namun, seperti yang kita lihat dari ayat 31, saat Ia datang kembali, hal itu akan berlangsung di dalam kemuliaan. Kata ‘kemuliaan’ muncul dua kali di dalam ayat ini.

Mengapa Kambing dan Domba dipisahkan?

Sheep and Goat Judgment

Sheep and Goat Judgment

Dalam kultur atau budaya Palestina, para gembala selalu menggembalakan kambing dan domba bersamaan pada siang hari. Namun menjelang malam, kambing dan domba harus dipisahkan. Kambing di bawa ke kandang, karena mereka harus tetap dalam kondisi yang hangat, sementara domba lebih suka berasa di tempat terbuka. Kambing di Palestina berwarna hitam atau bercorak hitam, memiliki bulu yang lurus dan tidak tebal. Berbeda dengan domba yang memiliki bulu putih dan keriting.

Sebelum penghakiman dilaksanakan, sang gembala akan memisahkan terlebih dahulu domba dari kambing.

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing ~Matius 25:32

Sang raja akan menaruh domba pada sebelah kanannya, sebagai lambang penghormatan.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. ~Matius 25:34 

Sementara itu, kambing akan ditempatkan di sebelah kirinya untuk menerima penghakiman.

“Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya..” ~Matius 25:41

Pada ayat di atas, sang Raja memberikan alasan mengapa mereka (golongan kambing) ini dihukum.

Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. ~Matius 25:42-45

Baca makna di balik perumpamaan ini di sini.

Menerima Kerajaan Allah

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan ~Matius 25:34

Masuk dalam kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang dadakan. Tuhan yang Mahakuasa telah mempersiapkannya dari sejak dunia dijadikan. Karenanya, mari bersyukur masuk dalam orang-orang yang telah Ia panggil dan tetapkan.

Pemisahan Kambing dan Domba

Alkitab mencatat bahwa kambing dan domba pada mulanya hidup bersama-sama.

Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. ~Kejadian 4:2 

Yesus adalah gembala domba, bukan gembala kambing.

Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita ~Ibrani 13:20 

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku ~Yohanes 10:14 

Bagaimana membedakannya ?

Kambing adalah mereka yang tidak percaya kesaksian Yesus karena mereka bukan domba Tuhan!

Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. ~ Yohanes 10:25-26

Apa maknanya?

Seringkali ayat ini dipaksakan dengan sedikit nada keras, bahwa untuk masuk sorga harus ini dan itu. Dalam perikop ini jelas sekali yang menentukan posisi saat pemisahan itu ialah status. Perbuatan mengikuti status, bukan sebaliknya. Perbuatan tidak akan pernah menjadi patokan status karena seekor kambing, walaupun kelakuannya meniru seekor domba, dia tidak akan berubah menjadi domba.

Kita semua harus paham dengan benar bahwa untuk menjadi domba, kita harus dilahirkan menjadi domba. Domba adalah gambaran anak-anak Allah. Kita diangkat menjadi anak bukan karena perbuatan kita, tetapi anugerah Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Manusia disebut berdosa karena bukan melakukan dosa, tetapi justru karena manusia itu pada dasarnya sudah berdosa, maka ia melakukan dosa. Demikian halnya mengenai pembenaran. Perbuatan kita sedikitpun tidak mengubah status kita menjadi orang benar, sebab AnugerahNyalah yang melakukannya.

Intinya adalah tinggal di dalam Dia akan membuat kita menjadi anak-anakNya. Jika kita tinggal di dalam Dia, maka pasti kita akan berbuah, sebab jika tidak melekat pada Dia, kita tidak menghasilkan buah apapun.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa ~Yohanes 15:4-5

Perhatikan baik, bahwa domba-domba Tuhan memiliki 3 ciri yang khas yaitu seperti yang tertulis dalam ayat berikut:

“Domba-dombaku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” ~Yoh 10:27

Perkataan Yesus di atas bisa dibuktikan lewat video berikut ini:

Alkitab menuliskan bahwa dipenghujung zaman ini semuanya akan makin nyata dan jelas, siapa dombanya dan siapa yang bukan.

Barangsiapa yang jahat akan terus jahat dan yang cemar akan semakin cemar sementara yang benar akan terus berbuat kebenaran dan yang kudus akan terus menguduskan dirinya. ~Wahyu 22:11

Jadi, jangan pernah hidup dalam “status quo”. Jangan pernah menaruh satu kaki anda di Sorga dan satunya lagi di bumi. “status quo” bukanlah status aman. Pada akhirnya, malam akan segera datang, dan Sang Gembala agung akan datang memisahkan domba-dombaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Facebook Comments

3 comments

  1. Netty Arni, SH-Notaris

    Wahai domba-domba betapa cantiknya dikau dengan bulu putihmu yg tebal sehingga engkau lebih senang di tidur di tempat terbuka di bawah indahnya sinar rembulan dan bintang-bintang di malam hari, ……….
    Wahai kambing-kambing betapa cantiknya dikau dengan tandukmu, dan engkau lebih senang tidur di kandang supaya tidak kedinginan karena bulumu yg tipis akan tidak tahan dengan dinginnya angin malam, ………
    Kesemuanya adalah umat-umat-Nya sebagai makhluk-makhluk ciptaan-Nya, dan telah ditentukan-Nya barangsiapa yg beriman dan beramal saleh/berbuat kebaikan maka akan dimasukkan ke dalam Kerajaan Sorga-Nya yg seluas langit dan bumi-Nya, ……… Sedangkan barangsiapa yg durhaka/dzalim/pendusta/pembohong/pemfitnah dll kejahatan maka akan dimasukkan ke dalam api neraka-Nya atau api kemarahan-Nya untuk membersihkan sanga/dosa/kedegilan/kekotoran/kejahatan manusia, ……… Karena Dia TUHAN Allah Abraham/Ibrahim dan Israel/Yakub, Yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang Allah semesta alam akan menghakimi semua makhluk-Nya dengan Maha Adil dan Maha Bijaksana, ………
    – “Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: – ‘Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak.
    – Sebab itu beginilah firman TUHAN ALLAH: Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga, maka sungguh, Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem. – Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan mengembus api di bawahnya untuk meleburnya. Demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu. – Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui, bahwa Aku TUHAN, yg mencurahkan amarah-Ku atasmu.” (Yehezkiel 22:17-22)
    Maka marilah kita benar-benar beriman kepada-Nya, berpakaian kebenaran/kesucian/kekudusan/ketaqwaan dan berjubah keadilan agar TUHAN Allah semesta alam mengasihi/memberkati/merahmati kita sehingga dimasukkan ke dalam Kerajaan Sorga-Nya, dan janganlah kita berpakaian kecongkaan/kesombongan/kejahatan/kedegilan/kedurhakaan supaya kita tidak dilaknati/dikutuki-Nya dan dimasukkan ke dalam api neraka-Nya, ……. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar.

  2. Helucit Ureh Otraidub

    Mantaaaap dan yaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: