Aldo McPherson
Aldo McPherson

Pesan Tuhan dari Retah dan Aldo McPherson

Retha McPherson

Retha McPherson

Saya adalah Retha McPherson  seorang yang memiliki segalanya, termasuk keluarga yang penuh kasih. Saya dinobatkan menjadi ratu tercantik se-Afrika Selatan. Saya bekerja sebagai konsultan pengembangan diri. Suami saya Tinus McPherson. Kami memiliki anak-anak yang luar biasa yaitu Aldo dan Josh. Apa yang kami memiliki ini berubah total saat kami mengalami kecelakaan tahun 2004 silam.

Saat itu kami sekeluarga hendak pulang dari acara di Provisi Free State, dimana saya menjadi speakernya. Dalam perjalan pulang tersebut, kami melewati jalan Grassmere Toll Plaza, dan tiba-tiba sebuah kendaraan niaga berada dijalur kami, bahkan tidak menggunakan lampu. Suami saya kaget dan berusaha menghindari tabrakan dengan cara membanting setir ke kiri. Saat itu mobil yang kami gunakan menabrak alur alir dan berguling-guling. Saya dan suami berjuang dengan berat untuk keluar dari mobil. Yang terpikiran kemudian adalah Aldo dan Josh. Dalam kegelapan malam, saya masih bisa menemukan Josh yang menagis di semak-semak. Ternyata dia terlempar keluar. Lalu bagaimana dengan Aldo?

Dalam pencarian saya, Roh Kudus menuntun saya ke seberang jalan. Disanalah saya melihat Aldo dalam keadaan yang luka parah, dimana tengkorang kepalanya retak. Parahnya, saya tidak dapat merasakan nadinya lagi. Dalam keadaan seperti ini, sebanyak apapun harta kita pasti yang terpikirkan hanya mujizat Tuhan, karena ia berdaulat atas kehidupan kita.

Aldo di Rumah Sakit

Aldo di Rumah Sakit

Kami langung menelfon rumah sakit, dan paramedis datang ke TKP dengan helikopter. Saat itu kami tiba di rumah sakit Union, Alberton, Johannesburg. Aldo dioperasi selama 4 jam, dan dokter berkata bahwa ia tidak yakin Aldo akan melewati semua ini, mengingat ia terkena cedera otak berat.

Seminggu berlalu, Tinus tetap menemani Aldo di Rumah sakit yang lagi koma. Pihak rumah sakit juga  berkata bahwa keadaan Aldo sudah tidak tertolong. Kalau sampai saat ini ia masih hidup itu hanya karena topangan alat-alat medis. Tentu itu adalah pukulan berat bagi kami.

12 hari seteah operasi, pihak rumah sakit menghubungi kami bahwa sudah tidak ditemukan fungsi otak. Mereka juga menyarankan agar alat-alat bantu dicabut dan merelakan kepergiannya karena dana perawatan telah habis.

Kami kemudian memindahknnya ke RS Pretoria karena leih dekat dengan rumah, shingga saya bisa menjaganya waktu pagi dan suami saya waktu malam. Tetapi sama saja, pihak RS menyatakan hal yang sama bahwa  tidak ada kemungkinan ia akan hidup.

Ditengah masalah berat ini, saya justru menemukan damai sejahtera dari Tuhan untuk mengandalkannya lebih daripada dokter. Saya berdoa setiap saat dan yakin bahwa Tuhan berdaulat atas kehidupan Aldo. 4 bulan pasca kecelakaan, keadaan Aldo membaik. Ia telah sadar dari koma dan dokter menyarankan untuk ia mulai latihan mengingat lagi. Dokter pun memberikan sebuah kertas dan pensil agar ia bisa latihan menulis. Diluar dugaan ia langsung bisa menulis A-Z, dan saya berteriak Yesus Hidup! Sejak saat itu menulis adalah bentuk komuniksi dengan Aldo.

Tulisan Aldo

Tulisan Aldo

Yang luar biasa adalah Aldo justru menulis kisah perjalanannya saat rohnya di bawa oleh Tuhan ke Surga saat kejadian itu. Ia berkata bahwa ia bertemu Musa dan Abraham, bahkan ia bermain bersama Yesus. Ia juga menulis bahwa saat ia terbaring dalam keadaan bersimbah darah, situ ada Tuhan Yesus. Melihat tulisan itu saya semakin percaya. Aldo menuliskan beberapa pesan tentang kedatangan Tuhan Yesus yang sudah dekat! Ia menulis bersiaplah, kedatanganNya sudah semakin dekat.

Selain pengalama di Surga, Aldo ternyata juga diperlihatan neraka. Ia menulis bahwa disana  oarng berdiri sambil menangis. Dan saya bertanya siapakah mereka Tuhan? Tuhan menjawab, mereka adalah orang-orang Kristen. Kemudian Aldo bertanya lagi berama lama mereka di sini? dan Tuhan menjawab selamanya. Orang-orang di neraka berteriak kepada Aldo bahwa tolong peringatkan orang-orang di bumi agar percaya kepada Yesus.

Ia juga berpesan kepada gerejaNya di bumi agar sebagai mempelai kita harus siap karena perjamuan kawin akan segera diadakan!

Facebook Comments

3 comments

  1. richard francis michael

    Cerita diatas benar atau tidaknya hanyalah mereka-2 yg tahu. Tapi yg jelas, soal orang Kristen banyak di neraka, itulah yg selalu harus menjadi perhatian kita selaku org Kristen. Karena kuatirnya hanyalah justru, saat kita datang ke perjamuan Anak Domba Allah, Sang Tuan Rumah dan Mempelai Pesta, justru tidak mengenal kita, dan akhirnya mengusir kita : ” Enyahlah, AKU tidak mengenal Engkau !!” Kita tidak dikenal-Nya dan kitapun diusir-Nya. Jagalah iman kita agar tetap bernyala dan dikenal oleh-Nya tidak cuma sekarang di dunia ini, tapi juga nanti diakhir masa di depan Bapa dalam Pesta Keselamatan-Nya.

  2. http://www.divinerevelations.info/documents/there_is_always_hope_retha_mcpherson/there_is_always_hope.htm

    harap bijak, menurut catatan asli Retah McPherson, yang ada dineraka bukan Kristen, tapi “Disobedient Christian”.

    Hati – hatilah terhadap penyesatan, jangan goyahkan imanmu kepada Yesus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: