Selfie
Selfie

Dunia sedang mendidik kita menjadi “Generasi Selfie”

Selfie

Selfie

Shalom sahabat CAZ, bagaimana menurut pendapat anda tentang selfie? Demam selfie saat ini tengah melanda seluruh negeri. Di belahan bumi manapun pasti selfie ada. Pernahkah terlitas dalam bayangan anda mengenai fenomena ini? Mengapa fenomena ini bisa merebak dalam waktu yang hampir bersamaan di seluruh dunia?

Apa kaitannya dengan Alkitab? Paulus menasehati kita bahwa di akhir zaman akan ada rupa-rupa kekesatan manusia-manusia akhir zaman, yaitu dalam 2 Tim 3.

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! ~2 Timotius 3:1-5

Salah satu karakter yang Rasul Paulus soroti ialah karakter manusia yang mencintai dirinya sendiri (selfish:egois). Anda percaya atau tidak, akhir zaman selalu ada kaitannya dengan peperangan roh, termasuk roh yang akan menggiring kita menjadi manusia egois. Pernahkan anda berjumpa dengan orang-orang yang jauh lebih mementingkan gadgetnya dibanding kejadian disekelilingnya? Coba lihat video ini

Kim Kardashian dalam buku barunya Selfish (Egois) mempublish lebih dari 2000 foto selfie. Tidak ada deskripsi yang lebih tepat lagi tentang budaya dunia modern saat ini yang sangat terobsesi dengan menghibur diri, difasilitasi oleh teknologi komunikasi modern. Ia adalah sosok “Person of the Year” yang dipilih oleh majalah Time pada tahun 2006.

Hampir semua gadget saat ini dilengkapi dengan kamera depan untuk selfie. Sadar atau tidak sadar dunia sedang menuntun semua orang ke arah egois! Egois adalah lawan dari Kasih. Sikap egois selalu merugikan, bahkan merugikan orang lain demi kepentingan diri sendiri. Rasul Yakobus berkata :

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. ~Yakobus 3:16

Bahkan Paulus menuliskan sikap mementingkan diri sendiri ini sebagai buah kedagingan (Galatia 5:20)

Saya tidak anti dengan selfie, namun kembali lagi jika ada dorongan terus menerus dalam diri anda untuk melakukannya, anda harus merenungkannya. Apa yang menggerakkan anda. Tahukah anda selfie itu termasuk penyakit psikologis? Para ahli menyebutnya Arcissistic Personality Disorder atau gangguan narsisme. Gangguan psikologis ini terjadi ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi. Bukan hanya gangguan narsisme, ada juga efek Adiksi atau kecanduan, Histrionik atau ingin menjadi pusat perhatian, Body Dismorphic Disorder (BDD) dorongan untuk membanding-bandingkan bentuk fisik tubuh dengan orang lain yang mengarah pada hancurnya gambar diri, dan yang terparah ialah efek Eksibisionis yaaitu memamerkan bagian tubuh tertentu kepada orang. Bahkan selfie ini sudah menjadi sangat berbahaya jika sudah menganggu kehidupan pribadi seperti pendidikan, pekerjaan, bahkan mungkin jam doa pribadi.

Psikiater Amerika (APA) mengkategorikan ganggunan psikologis ini dalam 3 bagiana yaitu,

Selfitis Pinggiran : Kebiasaan memotret diri sendiri minimal 3x sehari tanpa mempublish di media sosial.

Selfitis Akut : Kebiasaan mengambil gambar diri sendiri minimal 3x sehari dan mengupload di dunia maya

Selfitis Kronis : dorongan yang tak terkendali untuk mengambil gambar dimanapun dan kapaun pun, paling tidak 6x sehari.

Ironisnya, gaya hidup seperti ini justru masuk ke dalam gereja. Anak-anak Tuhan terkontaminasi! Jika anda merasa seperti ada sesuatu yang kurang pada diri anda jika setiap hari tidak selfie ataupun mempublish foto-foto, anda baiknya introspkesi diri. Iblis memanifstaikan kuasa jahatnya dalam bentuk keterikatan, termasuk keterikan terhadap gadget. Ada banyak cara menguji apakah kita termasuk orang-orang yang kecanduan atau tidak. Sebagai orang percaya cobalah berpuasa, bukan hanya tidak makan makanan, tetapi juga berhenti memberi makan daging kita dengan Gadget.

Tulisan ini bersifat subjektif, anda bisa ikuti ataupun tidak. Rasul paulus memberikan nasehat yang begitu penting bagi kita yang hidup di zaman akhir ini.

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. ~1 Kor 10:23

Jika anda menggangap Selfie seuatu yang berguna dan membangun, silahkan lanjutkan, tetapi jika itu sedikitpun tidak membangun manusia roh anda, lebih baik untuk meninggalkannya. Tuhan Yesus memberkati…

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: