“Karpet Merah” kedatangan Mesias – Bagian 4

4. Perumpamaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana (Matius 25:1-13)

5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana

5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana

“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Pesan moral : Admin pernah membahas kisah ini berdasarkan pernikahan adat Yahudi. (Silahkan baca di sini). Menurut adat Yahudi, Pernikahan itu berlangsung malam hari. Setelah kontrak dengan mempelai wanita selesai, mempelai pria akan datang dalam waktu dekat ke kediaman mempelai wanita. Dan ingat, jarak waktunya itu tidak mungkin sebulan, atau bertahun-tahun. Pernikahan sudah diumumkan, tinggal menanti kedatangannya saja. 10 wanita tersebut sebenarnya sudah melakukan persiapan, bahkan ke-10nya tahu peringatan bahwa mempelai itu datang. Hanya saja hanya 5 yang benar-benar siap, sedangkan 5 lainnya kurang persiapan.

Perhatikan pesan rasul Yakobus berikut:

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! ~Yakobus 5:7-8

Mempelai pria datang pada saat yang tidak begitu jauh dari pengesahan surat kontrak, tetapi tetap juga tidak bisa di duga. Pada zaman itu, pelita yang dipakai bentuknya seperti obor, dengan tongkat yang ujungnya ada semacam mangkok tembaga yang berisi minyak. Kemudian di mangkuk itu ditaruh sumbu yang agak panjang di mana sebagian sumbu itu dicelupkan kedalam minyak, dengan tujuan agar apinya dapat menyala terang dan indah. Tentulah pelita ini akan sangat membutuhkan minyak. Masalahnya muncul ketika 5 gadis bijaksana tahu bahwa mempelainya datang pada waktu yang tidak bisa diterka, dan karena minyak cepat habis, mereka membawa minyak cadangan. Sebaliknya, gadis-gadis yang bodoh juga pasti tahu bahwa minyak itu cepat habis. Keteledoran mereka melambangkan sikap berjaga-jaga yang setengah hati!

Mungkin kisah ini bisa memberikan kita pemahaman tentang berjaga-jaga.

7 Astronot

7 Astronot

Februari 2003, sebuah kecelakaan pesawat luar angkasa milik NASA menimbulkan kesedihan yang mendalam. 7 orang astronot tewas seketika. Keluarga korban berduka, tim NASA berduka, dan Colombia berduka. Apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi? Selidik punya selidik ternyata ditemukan bahwa ketika para astronot itu mengudara ada lobang kecil di bagian sayap bawahnya. Namun para astronot itu mengabaikannya. Mereka menganggap bahwa lobang itu terlalu kecil sehingga tidak akan menyebabkan apa-apa. Namun apa yang terjadi? Beberapa menit seblum mereka mendarat kebumi, ketika pesawat hendak memasuki atsmosfer, ternyata tekanan atsmofer itu langsung menekan lewat kelobang kecil itu, tidak tau prosesnya bagaimana, dan akhirnya menyerang bahan bakar pesawat. Dalam waktu seketika, pesawat itu hancur, dan 7 orang di dalamnya tewas. Kesalahan kedua mereka sebenarnya ialah mereka melanggar aturan main. Seharusnya ketika berangkat dan mendarat, mereka harus memakai pakaian pelindung yang lengkap. Namun mereka mengabaikan hal itu. Mereka melepas semua itu, dan bersukacita dengan yakin bahwa mereka akan mendarat dengan selamat. Seandainya mereka memakai pelindung itu, masih ada kemungkin selamat dari kecelakaan itu. Kesalahan terbesar mereka ialah karena mereka tidak waspada dan tidak berjaga-jaga.

Intim dengan Tuhan

Intim dengan Tuhan

Tuhan memberikan pesan lewat perumpaaan ini agar kita harus senantiasa berjaga-jaga sepanjang hari. Berjaga-jaga bisa kita lakukan dengan tetap dekat dengan Tuhan. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin sedikit potensi untuk jatuh dalam dosa. Bukankah dosa itu celah yang yang sungguh membahayakan seperti celah di pesawat tersebut?

Tuhan ingin agar Api kita tetap menyala! Untuk itu, diperlukan minyak untuk menjaga api kita tetap menyala untuk menanti Sang Mempelai kita datang. Haleluya…

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: