Jubilee

Setelah Shemitah, Pondok Daud akan dipulihkan?

Shemitah

Shemitah

Tahun ini (5775) dalam kalender Yahudi, adalah tahun Shemitah. Shemitah datang setiap tujuh tahun, membuatnya menjadi bentuk Sabat. Shemitah diperintahkan kepada bangsa Israel di Gunung Sinai. Setelah 40 tahun di padang gurun, orang-orang Yahudi memasuki Tanah Israel. 14 tahun kemudian, setelah mereka menaklukkan tanah itu, mereka mulai menghitung siklus tujuh tahun. Shemitah tahun pertama adalah tahun ke-21 setelah bangsa Yahudi memasuki negeri itu.

Yobel tahun ini diamati hanya ketika semua Bangsa Israel berada di Tanah Israel. Tahun setelah penghancuran Bait Suci Kedua, 3829, juga dikenal sebagai tahun Shemitah, 547 siklus tujuh tahun sejak penciptaan dunia. Tahun Ibrani saat ini 5775; merupakan siklus 825  Shemitah.

Talmud Babilonia dalam Traktat dari Sanhedrin, 97A, membawa ayat dari Amos 9:11:

Pondok Daud

Pondok Daud

“Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala”

Ayat ini datang dalam konteks nubuat tentang Tuhan membawa bangsa Israel kembali dari pembuangan di tengah bangsa-bangsa. Di tengah deskripsi dari hari-hari sebelum Mesias, Talmud mengatakan:

“Seperti ada tertulis, pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh”

Rabbi kami mengajarkan: dalam siklus tujuh tahun, pada akhir Mesias bin Daud akan datang di tahun pertama. Sehingga ayat ini akan terpenuhi “. Talmud mengatakan secara eksplisit bahwa Mesias akan datang pada tahun pertama setelah Shemitah. Perlu dicatat bahwa Talmud menggambarkan hari sebelum Mesias secara mendalam!

Rabbi Kanievsky

Rabbi Kanievsky

Rabbi Kanievsky, tentu saja, akrab dengan sumber ini menyadarkan kita, bahwa sekarang kita berada dalam tahun peristirahatan. Menurutnya, Mesias akan datang tahun depan. Sangat menarik untuk dicatat bahwa Rabbi Kanievsky sangat rajin mengamati dan memperhitungkan Shemitah. Beliau berkali-kali mengatakan tentang “penebusan” (Kappara). Ia menegaskan bahwa Ini adalah tahun penebusan sebelum Mesias bisa datang.”

Rebbetzin Chana Bracha Seigelbaum, pendiri dan direktur Midreshet B’erot Bat Ayin, membuat pengamatan yang luar biasa yang menekankan peran Shemitah dalam proses penebusan nasional:

“Hal ini tidak mengherankan bahwa setiap tahun berikutnya setelah tahun Shemitah terjadi hal-hal yang berhubungan dengan Tanah Israel … Sebagian besar perubahan dalam perbatasan negara Israel berlangsung di tahun setelah Shemitah. Sebagai contoh, Shemitah tahun pada tahun 1966, dan tahun berikutnya, selama Perang Enam Hari, kami merebut kembali Yerusalem dan Gush Etzion. Shemitah tahun berikutnya pada tahun 1973. Tahun ini diikuti oleh perang Yom Kippur. Setelah tahun Shemitah pada tahun 1980, kami melepaskan Sinai ke Mesir. Setelah dua siklus Shemitah, pada tahun 1995 perjanjian Oslo membawa serangan terorisme di belakangnya.”

Hal ini jelas bahwa pernyataan Rabbi Kanievsky itu berkaitan dengan Talmud Babilonia, yang mengatakan secara spesifik bahwa Mesias akan datang di tahun setelah Shemitah. Memang semunya ini belum terlihat, tetapi apa yang tak terbantahkan adalah bahwa terdapat makna yang jelas untuk jangka waktu setelah setahun Shemitah dalam hal penebusan nasional.

Rabbi Kanievsky dipanggil orang untuk melakukan Tshuva, yaitu pertobatan yang mengarah ke kembali ke iman dan perbuatan baik untuk untuk penebusan di dalam diri kita sekarang. Jika tindakan kita benar dan bertepatan dengan kehendak Allah, maka Mesias akan datang.

Facebook Comments

3 comments

  1. Halelujah Amen JESUS comback

  2. Netty Arni, SH-Notaris

    Tentang pertobatan nasional yg dilakukan Nabi Musa dg umatnya Bani Israel telah dijelaskan di dlm Kitab Suci Alqur’an dmk:
    – “Dan Musa memilih 70 org dari kaumnya di waktu yg telah Kami tentukan, mk tatkala goncangan bumi menimpa mrk, Musa berkata, ‘Ya Tuhanku, kalau Engkau menghendaki, Engkau membinasakan mrk dan aku sbl ini. Apakah engkau hendak membinasakan kami krn perbuatan org2 yg bodoh di antara kami? Itu tiada lain kecuali cobaan-Mu, Engkau sesatkan dg cobaan itu siapa yg Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kpd siapa Engkau kehendaki. Engkaulah Pemimpin kami mk ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah se-baik2 Pemberi ampun.
    – Dan tetapkanlah utk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kami kembali (taubat) kpd-Mu. Allah berfirman, ‘Siksa-Ku akan Kutimpakan kpd siapa yg Aku kehendaki fan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Sebab itu akan Aku tetapkan rahmat-Ku utk mrk yg bertaqwa, mrk yg menunaikan zakat dan mrk yg beriman kpd ayat2 Kami,
    – org2 yg mengikuti Rasul Nabi yg ummi, yg (namanya) mrk dapati tertulis di dlm Taurat dan Injil yg ada di sisi mrk; dia menyuruh mrk mengerjakan yg ma’ruf dan melarang mrk dari yg mungkar, dan menghalalkan bagi mrk segala yg baik dan mengharamkan atas mrk segala yg kotor dan melepaskan dari mrk beban2 dan belenggu2 yg ada pd mrk’. Mk org2 yg beriman kpdnya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yg terang yg diturunkan besertanya, mrk itulah org2 yg beruntung.
    – Katakanlah, ‘Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kpd kamu sekalian, Allah yg mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tdk ada Tuhan selain Dia, Dia yg menghidupkan dan mematikan, mk berimanlah kamu kpd Allah dan Rasul-Nya; Nabi yg ummi yg beriman kpd Allah dan kpd firman2-Nya dan ikutilah dia supaya kamu mendpt petunjuk’.
    – Dan di antara kaum Musa terdpt suatu golongan yg memimpin manusia dg kebenaran dan dg kebenaran itu mrk berlaku adil.
    – Dan Kami membagi mrk menjadi 12 suku besar dan Kami wahyukan kpd Musa ketika kaumnya meminta air kpdnya, ‘Pukullah batu itu dg tongkatmu’. Lalu terpancar dpnya 12 mata air. Sesungguhnya tiap2 suku mengetahui tempat minum mrk masing2. Dan Kami naungkan awan di atas mrk dan Kami turunkan kpd mrk manna dan salwa. Makanlah yg baik2 apa yg telah Kami rezekikan kpdmu. Mrk tdk menganiaya Kami tetapi mrklah yg menganiaya dirinya sendiri.
    – Dan ketika dikatakan kpd mrk, ‘Diamlah di negeri ini dan makanlah (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki, dan katakanlah, ‘Ampunilah kami’. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan2 kamu’. Akan Kami tambah (pahala) kpd org2 yg berbuat baik.” (Alqur’an 7:155-161) Maha benar Allah dg segala firman-Nya. Puji Allah – Allah Maha Besar.

  3. Netty Arni, SH-Notaris

    Kiranya di akhir zaman ini TUHAN Allah Abraham/Ibrahim dan Israel/Yakub memanggil pulang orang-orang Israel atau anak cucu cicit keturunan Nabi Yakub/Israel yg hidup tersebar menjadi diaspora di seluruh dunia untuk kembali ke ‘Tanah Perjanjian’ Israel dan Palestina, di kampung halamannya sendiri tempat Bapa Abraham/Nabi Ibrahim dengan Ibu Sara, dan Nabi Ishak dengan Ibu Ribkah, serta Nabi Yakub/Israel dengan Ibu Leah dikuburkan/dimakamkan di Gua Mahpela atau Masjid Ibrahimi di Hebron di gunung Israel/Palestina, ……..
    Tentunya dengan berpakaian shabat/kudus/suci, hidup di dalam kebenaran/taqwa atau benar-benar beriman kepada TUHAN Allah semesta alam dan beramal saleh/bijak/berhikmah, agar bisa menjadi seumpama batu-batu permata yg bercahaya dan mahal harganya di mata Allah, sehingga bisa dijadikan perhiasan di Bait Suci Allah di Yerusalem seperti dahulu kala ketika Nabi Sulaiman/Raja Salomo putera Nabi Daud/Raja Daud membangunnya menjadi ‘Rumah Doa Bagi Segala Bangsa’, biarlah semua suku bangsa-bangsa di dunia bisa bertobat dan memohon berkat-Nya/rahmat-Nya di sana, bukankah hal ini telah dijelaskan di dalam Alkitab-Nya demikian:
    Israel dipulihkan kembali
    – “Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yg tidak berair.
    – Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yg penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti rugi kepadamu dua kali lipat!
    – Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani, dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.
    – TUHAN akan menampakkan diri kepada mereka, dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat. Dan Tuhan ALLAH akan meniup sangkakala dan akan maju dalam angin badai dari selatan.
    – TUHAN semesta alam akan melindungi mereka, dan mereka akan menghabisi dan menginjak-injak pengumban-pengumban. Mereka akan minum darah seperti minum anggur dan menjadi penuh seperti bokor penyiraman, seperti penjuru-penjuru mezbah.
    – TUHAN, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu; seperti kawanan domba umat-Nya itu, sungguh, mereka seperti permata-permata mahkota yg berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah TUHAN,
    – Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara karena anggur.” (Zakharia 9:11-17)
    Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: