“Pulang” dengan Penghargaan Tuhan

maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia ~Amsal 3:4

Shalom sahabat CAZ, semua orang pasti mendambakan penghargaan, termasuk dari Tuhan. Anda rindu mengalaminya? Baca artikel berikut…

Bumi adalah tempat sementara

Alkitab mengatakan bahwa bumi ini hanyalah tempat persinggahan.

“dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, … maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.” ~1 petrus 1:17.

Sejak kita menjadi anak-anak Allah, status kewarganegaraan kita pun berubah. Kita telah memiliki tanah air surgawi. Suatu hari kelak nanti,  kita akan “pulang” ke tempat kita yang sesungguhnya.

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga ~Filipi 3:20a

Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini ~2 Kor 5:1-2

Hidup Kekal dalam Yesus

Hidup Kekal

Hidup Kekal

Yesus menjamin keselamatan yang Ia berikan kepada orang yang sungguh-sungguh percaya padaNya. Itu sebabnya setiap kita yang percaya, tidak usah takut dan kuatir lagi tentang kematian.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup ~Yoh 5:24

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.~Yoh 10:28

Bertindak sebagai utusan-utusan Tuhan

Kita tidak boleh mencintai dunia ini lebih drpad tanah air kita. Sebab kita di dunia hanya utusan-utusan Tuhan (2 Kor 5:20). Setiap orang yang di utus merupakan orang-orang yang sudah sangat dipercayai. Sebagai contoh, sebuah negara mengutus seorang utusan untuk mewakili negaranya di negara orang. Tentulah utusan tersebut merupakan orang terbaik yang bisa dipercaya. Harapan besar ditujukan oleh Negara ada pada pundak utusan tersebut, agar bisa membawa nama baik Negaranya.

God's Ambassador

God’s Ambassador

Kita adalah utusan-utusan Tuhan! Kita di utus ke bumi untuk membawa nama baik Tuhan kita. Namun, tahukah Anda bahwa pada saat “sang utusan” lebih mencintai daerah dimana ia diutus, semua komponen di negara asalnya akan sepakat menyatakan dia sebagai MUSUH. Dunia ini adalah hanyalah persinggahan kita. Kita adalah utusan yang hanya ditugaskan di bumi. Saat kita mencintai bumi (dunia) ini lebih daripada daerah asal kita (Surga), seisi sorga akan memusuhi kita!

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya~ 1 Yoh 2:15-17

Penghargaan Tuhan

Kehidupan kita di muka bumi bukanlah tanpa alasan. Tuhan ini kita menjadi alatNya, dengan melakukan tujuan yang telah Ia tetapkan atas hidup kita dari semula. Kehidupan di bumi ini merupakan kesempatan bagi kita untuk berkarya bagi Tuhan, bukan supaya kita masuk sorga, tetapi sebagai ucapan syukur bahwa kita telah diselamatkan oleh Kasih KaruniaNya. Kesempatan untuk berkarya tersbut akan menghasilkan penghargaan dari Tuhan untuk kita. Salah satu penghargaan kepada orang percaya ialah pemberian mahkota di surga nanti.

Sahabat CAZ, simak baik ilustrasi berikut:

Standing Ovation

Standing Ovation

Suatu kali seorang pemuda yang sangat mahir bermain piano sedang membuat sebuah pertunjukan di sebuah tribun besar nan megah. Show tersebut dihadiri puluhan ribu penonton yang memang sudah kagum akan penampilannya kala memainkan piano. Setelah bermain beberapa lagu, tiba saatnya ia menutup penampilannya dengan lagu terakhir. Di akhir lagu tersebut, semua penonton berdiri dan memberikan “Standing Ovation” kepada pemuda tersebut sambil berteriak “more, more, more (lagi, lagi, lagi). Sang pemuda tersebut memandang beberapa saat kearah tribun dengan senyuman kecil. Penonton. Singkat cerita, ia mengabaikan teriakan penonton dan memilih untuk pergi ke belakang panggung. Pembawa acara langusng menemui pemuda tersebut dan berkata “kamu terlalu bodoh untuk mengabaikan teriakan penonton tersebut!”. Tidakkah engkau tahu bahwa mereka memberikan “standing Ovation” sebagai penghargaan tertinggi untuk kamu? Dengan ramah si pemuda berkata “saya tidak dapat melanjutkan penampilan saya karena ada seorang di ujung tribun bagian atas tidak berdiri”. Pembawa acara sontak berteriak, “untuk apa kamu peduli kepada 1 orang yang tidak berdiri, sementara puluahn ribu berdiri untuk kamu?”. Si pemuda tertegun dan menjawab “orang itu adalah guru saya, dan dia yang paling mengerti penampilan saya layak dipuji atau tidak!”

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan ~Yoh 13:13

Sahabat CAZ, di dunia ini mungkin banyak yang memuji kita akan kemampuan kita yang hebat, akan kedudukan kita, atas jabatan dan harta kita. Namun, ini bukanlah ukuran Tuhan. Sebuah kisah yang luar biasa tercatat dalam kisah kematian Stefanus, dalam Kisah Rasul 7.

Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah. ~Kisah Rasul 7:54-56

Kita tentu tahu bahwa semenjak Yesus naik ke Sorga, Ia duduk disebelah kanan Bapa (Markus 16:19). Tetapi pahamilah, bahwa Stefanus melihat Tuhan berdiri! Ini sebuah penghargaan besar dari Tuhan! Pertanyaannya apakah waktu kita pulang nanti, Tuhan akan bangga dan berdiri untuk kita?

Mungkin video berikut akan menggambarkan betapa Tuhan sangat bangga kepad kita saat kita pulang nanti…

Sahabat CAZ, ini adalah waktu-waktu terakhir dimana kita akan hidup. Di sisa waktu yang sangat singkat ini, marilah kita memikirkan perkara-perkara yang di atas dimana Kristus ada. Entahkan kita pulang dengan cara “meninggal” atau “Rapture”, yang jelas kita ingin agar Tuhan bangga saat Ia melihat kita. Ia berlari dan memeluk kita dengan cintaNya, serta berkata “I love you, I proud of you”. Selamat datang dalam KerajaanKu, dan nikmatilah bagian yang ditentukan bagimu…

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu ~Matius 25:21

Facebook Comments

5 comments

  1. Memberikan pengertian dan semangat untuk tetap dalam satu kesatuan Tubuh Kristus

  2. Sangat mencerahkan..
    Trims sdh berbagi..GBU

  3. Netty Arni, SH-Notaris

    Sesungguhnya kedatangan Yesus utk kedua kalinya sdh amat sangat dekat, mk marilah kita membersihkan/mensucikan diri dan menjauhi hal2 yg kotor/jahat agar kita diijinkan utk memasuki Kerajaan Surga-Nya krn kita melakukan perbuatan amalan2 yg baik (mulia) atau perkara2 yg di atas yg kita kerjakan sewaktu kita hidup di dunia, dan kita menjauhi hal2 tdk baik atau perbuatan2 jahat/buruk shg kita dijauhkan dari panasnya api neraka yg memang menjadi tempat kembali yg buruk disediakan utk org2 dzalim yg selalu melanggar dan tdk mentaati akan perintah2-Nya, sbgmn dijelaskan di dlm Alkitab:
    – “Krn itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dg Kristus, carilah perkara yg di atas, dmn Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    – Pikirkanlah perkara yg di atas, bukan yg di bumi.
    – Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dg Kristus, yg adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dg Dia dlm kemuliaan.
    – Krn itu matikanlah dlm dirimu sgl sesuatu yg duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yg sama dg penyembahan berhala,
    – semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas org2 durhaka].
    – Dahulu kamu juga melakukan hal2 itu ketika kamu hidup di dlmnya.
    – Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata2 kotor yg keluar dari mulutmu.
    – Jangan lagi kamu saling mendustai, krn kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
    – dan telah mengenakan manusia baru yg terus menerus diperbaharui utk memperoleh pengetahuan yg benar menurut gambar Khaliknya;
    – dlm hal ini tiada lagi org Yunani atau org Yahudi, org bersunat atau org yg tak bersunat, org Barbar atau org Skit, budak atau org merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dlm segala sesuatu.
    – Krn itu, sbg org2 pilihan Allah yg dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
    – Sabarlah kamu seorang thd yg lain, dan ampunilah seorang akan yg lain apbl seorang yg menaruh dendam thd yg lain, sama spt Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah dmk.
    – Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sbg pengikat yg mempersatukan dan menyempurnakan.
    – Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dlm hatimu, krn utk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah”. (Kolose 3:1-15)
    Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar

  4. Netty Arni, SH-Notaris

    – “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah permainan, kelalaian, perhiasan dan ber-bangga2 antara kamu dan berlomba banyak harta dan anak, spt hujan yg tanam2annya mengagumkan petani2, kmd (tanamnanya) menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kmd menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yg keras dan ada (pula) ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya. Dan tiadalah kehidupan dunia melainkan kemenangan yg menipu.
    – Ber-lomba2-lah kamu kpd ampunan dari Tuhanmu, dan surga yg luasnya spt luas langit dan bumi disediakan utk org2 yg beriman kpd Allah dan rasul2-Nya. Dmklah karunia Allah yg dianugerahkan-Nya kpd siapa yg dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yg besar.” (Alqur’an 57:20-21)
    Maha Benar Allah dg segala firman-Nya. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar.

  5. Operasi itu berjalan dengan baik, namun saat pengaruh obat bius mulai sirna, sang anak terdengar bergumam kepada dirinya sendiri, Benar-benar cara yang tidak enak untuk mendapatkan seekor kucing! Orang-orang kristiani yang mengalami kesukaran sewaktu melayani Tuhan tidak akan merasakan hal seperti itu saat mereka menoleh ke belakang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: