lalang-gandung
lalang-gandung

Sebuah Nubuatan dalam Perumpaan Lalang di antara Gandum

Shalom sahabat CAZ, pada artikel kali ini, kita akan sama-sama melihat beberapa petunjuk Akhir Zaman dalam perumpamaan Lalang di antara gandum yang diceritakan oleh Yesus sendiri. Dengan petunjuk ini, kita akan melihat proses atau kejadian saat penuaian nanti.

Berikut petikan ayatnya :

Penabur

Penabur

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. ~Matius 13 : 24-30

Dari Perumpamaan di atas muncul beberapa pertanyaan seperti mengapa lalang tersebut tidak langsung dicabut, padahal akan sangat mengganggu pertumbuhan benih gandum. Siapa para penuai itu? Mengapa mereka dicegah untuk mencabut lalang itu? Dan mungkin masih banyak pertanyaan lagi. Perumpaan ini tidak boleh ditafsir sembarangan. Berita baiknya, Tuhan Yesus sendiri memberikan arti dari perumpamaan ini.

Berikut adalah artinya :

JESUS VS SATAN

JESUS VS SATAN

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti “lalang” itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” ~Matius 13:34-43

Lalang (zizania), ada orang yang lebih menyukai terjemahan padi-padian. Mungkin nama Latinnya lolium temulentum. Daunnya mirip sekali dengan gandum, tapi perbedaannya menyolok jika keduanya dibiarkan tumbuh sampai musim menuai. Pekerjaan yang membosankan, yaitu memizahkan zizanion dari gandum adalah tugas kaum perempuan dan anak-anak. Zizanion sering digunakan untuk makanan ayam. Menabur tumbuhan ini di ladang musuh dengan tujuan balas dendam termasuk kejahatan menurut hukum Romawi.

Gandum (sitos) adalah jenis rumput yang menghasilkan biji-bijian, dikenal sejak masa purba dini, dan yang sangat penting sebagai makanan manusia. Sama halnya dengan zizanion, pada awal pertumbuhannya nampak mirip rerumputan, tapi dengan mudah dapat dibedakan pada waktu panen.

lalang-gandung

lalang-gandung

Hamba-hamba tuan itu begitu berharap bisa mencabut lalang, meskipun mereka akan berada di dalam proses mencabut gandum juga. Perlu diketahui bahwa sistem akar dari lalang-lalang itu jauh lebih mudah berkembang daripada gandum. Tetapi petani tersebut mengatakan: tunggu sampai panen tiba, kemudian para penuai akan memisahkan lalang dari gandum.  Petani tersebut mengenal bisnisnya. Jika dia mengizinkan hamba-hambanya mencabut lalang, dia akan kehilangan hasil gandumnya, karena tanaman gandum tidak dapat dipisahkan dari lalang. Jika dia kehilangan panennya, petani tersebut akan membuat musuhnya merasa puas seperti yang dia inginkan.

Gandum dan Lalang akan tumbuh bersama, di tanah yang sama dan sama-sama menerima sinar matahari dan hujan. Akan angat sulit membedakan antara Gandum dan Lalang sampai waktu menuai tiba. Saat Pemisahan ini baru akan diketahui siapa lalang siapa gandum. Dan yang pasti tugas penuaian itu bukan dilakukan oleh penuai yang disuruh oleh tuanya (malaikat) bukan oleh hamba-hamba tuan itu (gereja)! Tugas kita adalah menabur doa sebanyak-banyaknya. Penuaian inilah yang kita kenal sebagai Rapture atau Pengangkatan!

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain ~Matius 24:31

Perhatikan ini :

Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; “kemudian” kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. ~Matius 13 :30

Yang pertama dikumpulkan ialah lalang untuk kemudian dicampakkan dalam dapur api. Kapan? Yesus mengatakan, ”Pada waktu itu orang-orang yang adil-benar akan bersinar.” Ungkapan ”pada waktu itu” jelas memaksudkan peristiwa yang Yesus sebutkan sebelumnya, yaitu  dilemparkannya lalang ke dalam tanur yang bernyala-nyala’. Itu terjadi pada bagian akhir kesengsaraan besar. Jadi, orang-orang diangkat dalam pengangkatan akan ’bersinar cemerlang”. Kedua, “di mana” terjadinya? Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang adil-benar itu akan ’bersinar dalam kerajaan. Apa artinya? Pada waktu itu, semua orang Kristen dikumpulakn dalam kerajaan Bapa.

Sekarang jika kita kembali ke atas, mengapa Tuhan membiarkan kejahatan dan kebaikan itu bertumbuh bersama, seperti gandum dan lalang yang dibiarkan tumbuh bersama oleh pemilik ladang? Keputusan Allah untuk menunggu hingga akhir zaman mengisyaratkan bahwa kejahatan akan dibiarkan berada di bumi hingga semua ‘benih’ tersebut telah ‘matang’! Dalam kitab Wahyu 14, terjadi 2 kali penuaian. (Klik disini untuk membacanya). Sepintas seperti ada kesalahan yang mana yang dahulu dituai karena Matius mengatakan orang fasiklah yang pertama dituai, tetapi di Wahyu 14, justru orang benarlah yang pertama dituai. Sebenarnya ini bukan kontradiksi, karena Matius 13 berbicara soal orang fasik yang dituai, dan Wahyu 14 berbicara soal orang-orang percaya yang terlalu matang (overcook).

Facebook Comments

3 comments

  1. Lalang di timur tengah seperti itu kah gambarnya? Lalang disana beda dgn disini? Lalang itu gak ada bulirnya setahu saya.

  2. Martiana Lestari Kuswardani

    Saya selalu kagum dengan perumpamaan2 yang Tuhan Yesus ajarkan kepada orang-orang. Penjelasan yang sangat bagus dan mudah di pahami. Praise the Lord! Semoga admin di pakai Tuhan lebih lagi untuk membawa jiwa” kepada TUHAN YESUS. Tuhan Yesus mengasihi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: