5 kegagalan bangsa Israel sebagai pelajaran penting di Akhir Zaman!

Shalom sahabat CAZ, pada artikel ini kita akan belajar bersama suatu pesan penting bagi kita di Akhir zaman dari kegagalan bangsa Israel. Seperti yang kita ketahui, diperkirakan ada lebih dari 2 juta bangsa Israel yang dibawa keluar oleh Musa ke tanah Perjanjian, Kanaan. Namun, Alkitab berkata sebagian besar dari angkatan itu ditewaskan dipadang gurun, karena Allah tidak berkenan atas hidup mereka. Atas kegagalan bangsa Israel itu, kita belajar 5 hal yang perlu kita lakukan di akhir zaman ini, yaitu sebagai berikut:

Bangsa Israel

Bangsa Israel

Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.” Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! ~1 Kor 10:3-12

5 Pelajaran Penting Bagi Kita

Jangan Kita Menginginkan Hal-Hal Yang Jahat

Mendengar kata “jahat” mungkin pikiran kita langsung akan tertuju pada Iblis. Sepertinya benar, tetapi itu kekeliruan besar. Alkitab dengan lantang menyebut bahwa sumber kejahatan bukanlah iblis tetapi hati manusia.

Markus 7:21-22

Markus 7:21-22

Yesus bersabda “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” ~Markus 7:21-22

Iblis itu tahu setiap keinginan yang bisa berbuah dosa dalam hati kita. Iblis bertugas hanya sebagai stimulator, tetapi eksekutornya tetaplah manusia.

Dalam surat Paulus kepada Timotius, ia menulis

“Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. ~ 1 Tim 6:7-10.

Hati-hati terhadap berkat akhir-akhir ini. Berkat (mamon) adalah rival terbesar Yesus. Rival itu bukan iblis, karena iblis sudah dikalahkan. Bukankah justru daya tarik uang lebih besar untuk kita meninggalkan Tuhan? Beberapa banyak anak Tuhan yang tidak beribadah karena sibuk mengejar harta? Berapa banyak anak Tuhan yang pindah kepercayaan karena uang? Bahkan mungkin ada orang-orang tertentu yang memaanfaatkan Tuhan dan ibadah untuk mengejar mamon? Itulah sebabnya Yesus berkata

“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” ~Mat 6:24

Jangan Kita Menjadi Penyembah-Penyembah Berhala

Berhala Modern

Berhala Modern

Saudara, kita tidak lagi hidup di zaman yang berhalanya berupa patung. Kita hidup di zaman modern, sehingga berhala-berhala itu pun sudah modern. Perlu diingat, segala bentuk kegiatan yang mengambil posisi Tuhan sebagai yang utama dan yang terutama merupakan berhala. Sebuah survey yang pernah saya dengar, menyebut bahwa 90% orang di Amerika mencari gadget pertama kali saat bangun bagi. Miris sekali, mengingat Negara Kristen tetapi saat teduhnya digantikan oleh Gadget. Bagaimana dengan kita? Perhatikan baik, bahwa handphone atau gadget bisa menjadi berhala. Bahkan penyakit ini sudah masuk ke gereja. Bayangkan saja, Tuhan sedang berfirman melalui hambanya, tetapi banyak yang bermain Handphone. Berikanlah 2 jam terbaik anda di rumah Tuhan.

Berhala lainnya bisa berupa hobi, bisa juga game, bisa juga uang, bahkan keluargapun bisa jadi berhala. Bukan hanya itu, pelayanan pun bisa jadi berhala. Jika anda pelayan Tuhan, saya menghimbau saudara untuk mempersiapkan diri sebelum melayani, bahkan saat menjadi usher sekalipun. Tahukah Anda bahwa Billy Graham dimenangkan karena pelayanan yang baik dari seorang usher? Berdoalah, baca Firman Tuhan, supaya yang kita layani sungguh-sungguh adalah Tuhan yang hidup, bukan roh rutinitas.

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! ~1 Kor 10:14

Janganlah Kita Melakukan Percabulan

Percabulan berbeda dengan perzinahan. Percabulan adalah hubungan seks yang dilakukan bukan dengan pasangan yang sah.

Paulus menasehati orang-orang di Korintus demikian:

percabulan

percabulan

Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.” Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! ~1 Kor 6:15-20

Saat itu orang-orang percaya di korintus masih juga melakukan  percabulan karena kepercayaan kepada Dewi Aphrodite. Aphrodite adalah dewi yang dipercaya oleh sebagian orang di Korintus dapat memberi kesuburan. Salah satu ritual penyembahan yang mereka praktikkan adalah melakukan hubungan seksual dengan para wanita yang memang disediakan khusus di kuil penyembahan. Dengan kata lain, sebagian masyarakat di Korintus melegalkan prostitusi dengan mengatasnamakan agama.

Paulus menegaskan bahwa, percabulan ini harus dilepaskan dengan cara memutuskan ikatan tersebut dengan menjauhkan diri darinya (ay 18) dan mengikatkan diri pada Tuhan (ay 17). Ingatlah bahwa tubuh kita telah ditebus dengan darah yang mahal. Sejak Tuhan menebusnya, Ia menjadikan tubuh kita ini sebagai baitNya, atau tempat tinggal Rohnya.

Kitab Wahyu menuliskan bahwa Naga itu menyeret 1/3 dari bumi dengan ekornya. Beberapa hamba Tuhan menafsirkan bahwa naga itu memiliki kemauluan di ekor. Sehingga percabulan adalah dosa yang akan digencarkan oleh iblis untuk menjatuhkan banyak orang di ahkir zaman ini.

Jika anda anak muda, perhatikan gaya pacaran anda. Pacaranlah disaat yang tepat, dan dengan cara yang tepat! Jangan mendahului Tuhan! Sebuah cerita luar biasa dalam PL mengenai perjanjian darah. Setelah kehancuran Yerikho dan Ai, orang Hewi di Gibeon mengirimkan utusan untuk menipu Yosua dan orang Israel agar membuat perjanjian damai dengan mereka yang berpura-pura datang dari negara jauh. Seharusnya Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memunahkan semua penduduk Kanaan. Yosua akhirnya sadar kalau ditipu, tetapi tetap memegang perjanjian itu sehingga penduduk Gibeon tidak dibunuh, melainkan dijadikan budak untuk memotong kayu dan mengambil air (Yosua 9:3-27).

Malapetaka datang ketika saul menjadi raja atas Israel.  Ia membunuh orang-orang Gibeon, sehingga tulah dan kekeringan melanda di zaman raja Daud. Untuk menghentikan tulah itu Daud menyerahkan Armoni dan Mefiboset, dua putra Saul dari gundiknya, serta lima putra Merab, putri Saul, kepada orang Gibeon, yang menggantung mati mereka. Saat Saul menumpas mereka, darah-darah yang telah diikat dengan perjanjian tertumpah!

Mengapa contoh  diangkat, agar biar bisa menjadi pelajaran bagi kita. Tuhan menciptakan wanita sebagai perawan dan pria sebagai perjaka. Hati-hati terhadap gaya pacaran yang bisa menjerumuskan ke arah percabulan. Wanita memiliki selaput darah (hymen) yang saat berhubungan akan mengeluarkan darah, itulah sebabnya darah yang keluar akibat dari pecahnya selaput darah,  disebut darah perawan. Saudara, mengertilah bahwa banyak anak-anak muda yang sudah tidak mementingkan perkara ini, sehingga percabulan bukan lagi hal yang sakral. Saya percaya karena pelanggaran Saul atas perjanjian darah bangsa Gibeon yang mengakibatkan tulah dan kekeringan, itu juga akan terjadi atas setiap orang percaya yang tidak menjaga kekudusan dan melalukan percabulan atau hubungan seks sebelum sah menjadi pasutri.

Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, ~ 1 Tes 4:3

Janganlah Kita Mencobai Tuhan

“Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku,” ~ Bilangan 14:22

Tuhan sendiri menyebut Israel sebagai bangsa yang tegak tengkuk (Kel 32:9). Beberapa kali Tuhan sendiri ingin memusnahkan bangsa ini. Bangsa Israel sudah mengalami banyak mujizat, namun selalu mencobai Tuhan saat keadaan mereka tejepit.

Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.” Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. ~Bil 21:5-6

mencobai Tuhan

mencobai Tuhan

Arti dari mencobai Tuhan adalah “Menantang Tuhan dengan meragukan kekuasaan-Nya melalui ucapan-ucapan yang bernada cemoohan kepada Tuhan”.  Hal ini disebabkan oleh hati yang bebal dan tidak percaya kepada Tuhan.  Bangsa Israel berulangkali tidak menjaga mulutnya dari berbuat dosa. Mereka terpancing dengan situasi sulit dan keadaan lainnya, sehingga mereka berkata: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”

Padahal Tuhan merancangkan sebuah rancangan yang indah untuk bangsa Israel, yaitu masuk dalam negeri yang penuh dengan susu dan madu. Hanya saja, Tuhan tidak ingin mereka menjadi anak-anak yang prematur dalam karakter. Tuhan ingin mreka menjadi anak-anak yang bukan anak gampangan, itu sebabnya Tuhan sendiri memproses mreka. Sayangnya banyak diantara mereka yang gugur karena dosa ini.

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. ~Ulangan 8:2

Jika saudara dalam keadaan terjepit, percayalah Tuhan sanggup menolong anda, jangan mengecilkan atupun meremehkan Tuhan.

Janganlah Bersungut-Sungut

Bersungut-sungut

Bersungut-sungut

Saudara mengucap syukur adalah lawan dari bersungut-sungut. Bersungut-sungut terjadi karena tidak bisa menerima kenyataan. Sebaliknya mengucap syukur merupakan tanda kebesaran hati menerima semua yang terjadi, karena percaya bahwa apapun yang terjadi, entah baik atau buruk, semua dalam kendaliNya Tuhan. Dia yang berdaulat, Dia yang berkuasa, dan Dia tahu yang terbaik. Di akhir zaman ini akan ada banyak sekali goncangan yang terjadi, tetapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus setia, Ia tak pernah gagal, Ia tak lalai menepati janjiNya, dan Ia bisa dipercaya. Apapun yang terjadi tetap Tuhan Yesus baik.

Suatu peristiwa unik yang saya temukan menceritakan bahaya dari bersungut-sungut, seperti berikut :

Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: “Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. ~Bilangan 14:28

Satu ketika bangsa Israel komplen kepada Tuhan karena mereka beranggapan Tuhan hanya ingin membunuh mereka dipadang gurun. Saat itu juga Tuhan melakukan tepat seperti yang mereka katakan. Yang berumur di atas 20 tahun tewas di padang gurun dan tidak menikmati tanah perjanjian.

Jika anda dalam keadaan yang tidak mengenakkan, mengucap syukurlah. Karena perkatan komplen yang keluar dari mulut kita akan terjadi tepat seperti yang kita katakan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…

Facebook Comments

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: