Perbedaan Kebangkitan pertama dan Kebangkitan kedua

Semua orang pasti meninggal tanpa memandang status sosial, kaya atau miskin, tua atau muda, pria atau wanita, kecuali yang diangkat saat Rapture tiba. Pertanyaannya kemanakah orang mati itu pergi? Jawaban yang paling lazim kita dengar adala Surga dan Neraka. Orang benar akan ke Surga, dan orang fasik akan ke neraka. Yang benar adalah, orang mati tidak akan ke Surga atau ke Neraka. Orang percaya kepada Yesus Kristus, saat meninggal, jazatnya dimakamkan, sedangkan rohnya akan pergi ke Firdaus. Demikian dengan orang fasik, sesaat setelah meninggal, tidak akan ke neraka, tetapi ke Hades.

Alkitab mencatat kisah menarik soal pertanyaan orang Saduki mengenai kebangkitan orang mati. Orang-orang Saduki adalah suatu mazhab (sekte) yang kecil, yang terdiri dari imam-imam yang berpangkat tinggi dan orang-orang bangsawan. Orang-orang Saduki itu menolak tradisi-tradisi yang diciptakan oleh orang Farisi. Mereka hanya berpegang kepada “kelima kitab Musa” (yaitu Kejadian sampai Ulangan).  Atau sebut saja dalam kisah kebangkitan Lazarus.

Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman. ~Yoh 11:24

Jika mencermati ayat-ayat tersebut tersimpan rahasia bahwa sejak dari dahulu, kepercayaan mengenai kebangkitan sudah ada. Bahkan kebangkitan sudah tercatat dalam Ayub 19:25-26, Ibr 11:19 Yesaya 26:19 dan Daniel 12:2, dsb.

Yesus bersabda :

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya ~Yoh 11:25-26

Konsep keliru

Banyak pengajaran yang  mengatakan bahwa hanya ada 1 kali kebangkitan bagi semua orang mati dalam Alkitab. Pernyataan itu tentulah sangat keliru. Alkitab tidak pernah menuliskan bahwa semua manusia yang mati atau meninggal akan dibangkitkan pada waktu yang sama.

Yang benar adalah semua yang mati akan dibangkitkan, tetapi mengenai waktu tempat, serta penghakimannya tentulah berbeda. Jika demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kebangkitan tidak terjadi 1 kali, tetapi 2 kali.

Objek dari 2 kebangkitan ini juga tidak sama, ada kelompok yang dibangkitakn utuk masuk dalam kekekalan, namun ada yang dibangkitkan untuk menerima hukuman kekal. Ada “kebangkitan hidup” dan “kebangkitan penghukuman”

Kebangkitan pertama akan terjadi bagi orang-orang yang meninggal di dalam Tuhan. Rasul paulus mengatakan dalam Kis 24:15 bahwa,

Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar

Jika orang percaya yang meninggal di dalam Tuhan mengalami kebangkitan pada kebangkitan pertama, itu artinya mereka yang tidak pecaya akan dibangkitkan pada kebangkitan kedua. Rasul Rohanes menuliskan hal ini dengan begitu jelas.

Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama ~Wahyu 20:4-5

Kebangkitan tubuh.

Alkitab berkata bahwa semua manusia yag mati pasti dibangkitkan, entah yang percaya dan yang tidak percaya.

Saat Tuhan Yesus kita ada dibumi, Dia mengajar bahwa semua manusia yang mati akan dibangkitkan disuatu saat dimasa depan. “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit. . .” ~Yoh 5:28-29

Tahukah anda bahwa Alkitab begitu luar biasa menggambarkan kematian dengan kata tertidur? Beberapa contoh Alkitab tuliskan seperti saat Lazarus sudah mati dan Yesus berkata ia hanya tidur. Stefanus, kita membaca: “Dia tertidur” (Kis 7:60). Saat Rasul Paulus masih hidup, dia berkata tentang 500 saudara yang melihat Kristus hidup setelah kebangkitannya, “sebagian diantaranya tertidur” (1 Kor 15:6). Petrus berbicara tentang orang kudus di PL: “bapa leluhur tertidur” (2 Pet 3:4).

Tubuh adalah tempat tinggal roh. Saat kematian menjemput, tubuh yang fana akan ditinggalkan oleh roh menutup kesadaran akan tubuh sampai hari kebangkitan, yaitu penantian pengangkatan sebagai anak. Roma 8:23 (pembabasan tubuh kita).

Fil 3:21 menuliskan Kristus akan “mengubah tubuh hina ini”. Kata “merubah” artinya mengubah bentuk. Kata perubahan berarti metamorphosis, atau perubahan tubuh mahluk hidup. Injil mencatat peristiwa ini saat Petrus, Yakobus dan Yohanes melihat Yesus bermetamorfosa saat berjumpa dengan Elia dan Musa (Matius 17:2). Kita mesti mengerti bahwa dalam tubuh fana kita  ini terdapat dosa Roma 7:18), sehingga jelas bahwa perubahan tubuh saat dibangkitkan ialah menggunakan tubuh kemuliaan yang tidak berdosa. Tubuh inilah yang Adam miliki saat penciptaan sebelum jatuh dalam dosa.

Kebangkitan Pertama

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” ~1 Tes 4:16-17

Kebangkitan orang percaya yang telah meninggal akan terjadi saat Tuhan Yesus datang dalam kejadian yang kita kenal sebagai pengangkatan. Kita dapat membedakan kedatangannya saat Rapture dan saat Second Coming.

Pada kebangktan pertama akan ada 3 tahap yang akan dibangkitkan

  • “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit” ~Matius 27:51-52
  • “dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” ~1 Kor 15:52
  • Kebangkitan orang yang mati dengan tidak menyangkal Yesus pada akhir masa murka Allah. Mereka dibangkitkan di akhir pergolakan sebelum Kristus datang ke bumi untuk memerintah selama seribu tahun.

Kristus Sebagai Buah yang Sulung

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya ~1Kor 15:20-23

Nubuat PL

TUHAN berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam. (Imamat 23:9-10).

3 bagian penuaian

1. Kristus yang dipanen sebagai yang sulung diantara orang mati. Ikatan buah pertama menandakan panen yang lebih besar akan menyusul. Ini menggambarkan dengan indah kebangkitan Kristus, memenuhi karya penebusan dan menjamin semua orang percaya dalamNya akan kebangkitan yang lebih besar saat Dia kembali.

2. Orang percaya yang dipanen (Rapture) saat Tuhan Yesus turun dari Sorga

3. Pemetikan berkas-berkas (sisa-sisa/pemetikan susulan). Saat panen biasanya ada yang tercecer Ini disebut pemungutan. Kita mengingat bagaimana Ruth “sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit” (Ruth 2:3). Hal yang tercecer adalah mereka orang percaya dimasa pergolakan yang belum mendengar dan percaya Injil sebelum Gereja diangkat.

Masa ini akan diikuti oleh masa milenium dimana orang percaya yang dibangkitkan dari segala zaman akan memerintah bersama kristus.

Kebangkitan Kedua

Sudah jelas di atas bahwa kebangitan orang percaya tidak sama dengan kebangkitan mereka yang tidak percaya. Setidaknya terdapat jarak 1000 tahun. Setelah masa milenuim ini berlangsung selama 1000 tahun, Tuhan akan berurusan untuk yang terakhir kalinya dengan iblis (naga), binatang dan nabi palsu. Mereka dan antek-akteknya akan dilemparkan dalam lautan api yang kekal. Namun di sisi lain, peristiwa yang paling mengharukan yaitu peristiwa kebangkitan dan penghakiman mereka yang menolak kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Mereka akan dibangkitkan untuk menghadapi pengadilan tahta putih.

Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak” ~Yoh 5:22

Inilah sisi tergelap dari manusia yang memilih untuk tidak percaya kepada Anak Domba Allah. Mereka akan tetap dibangkitkan dalam keadaan tubuh fisik, dan menerima keputusan final, yaitu siksaan siang dan malam dalam api yang kekal.

Yohanes berkata: “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu . . . Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” ~Wahyu 20:12,14

Tidak akan ada satupun orang percaya yang akan berada di pengadilan ini. Mereka yang ada di sini yaitu mereka yang memilih jalan hidup mereka sendiri.

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru ~Roma 6:4

Facebook Comments

17 comments

  1. william harvey

    bagaimana dengan nasib orang yang belum pernah mendengarkan tentang injil, mereka tidak menolak kristus karena mereka tidak tahu tentang injil.

    • Richard Satibi

      Kenapa banyak pendeta bila berdoa di ibadah kematian sering bilang…..Kami percaya bahwa almarhumah telah mati dalam Tuhan , dan saat ini juga sudah berada di dalam sorga bersama Tuhan…..terimakasih utk penjelasannya

      • Itu pengajaran yang keliru. Contoh yang paling jelas adalah perumpamaan yang Yesus ceritakan mengenai orang Kaya dan Lazarus yang miskin. Orang Kaya itu ada di Hades, sedangkan Lazarus ada di pangkuan Abraham, itu adalah Firdaus. Lalu mungkin anda bertanya, Abraham tidak berada di Surga? Ya benar. Abraham dan semua nabi yang muncul sebelum Yesus muncul sekarang berada di Firdaus. Surga adalah bagian yang ditentukan bagi orang percaya sesudah pengadilan dimulai. Perhatikan ayat ini Ibrani 11:1-40

        Dan mereka semua (saksi-saksi iman:baca dari ayat 1) tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

    • Shalom, Saya tidak mau berspekulasi, ada 2 pandangan kemana orang yang belum mendengar Injil nanti. Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, itu Alkitabiah. Namun bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum Yesus ada? Ada yang berkata Yesus pergi memberitakan kemenanganNya di alam maut saat 3 hari Ia meninggal sesuai dengan kitab Petrus. Namun ada yang mengatakan mereka yang hidup jauh sebelum Yesus ada akan dibenarkan berdasarkan perbuatan mereka. Namun perlu diingat, Abraham dan Nuh dibenarkan karena iman, bukan perbuatan. Mereka hidup di zaman sebelum Yesus ada. Demikian. gbu

      • Tardinus Panjaitan

        Saya tidak dapat menjelaskan siapa Yesus Kristus dikaitkan dg Allah Yahwe tapi ke Imanan saya paham/mengerti… karena Yesus Kristus menyatakan beberapakali dlm Injil bahwa, sebelum Adam ada Aku telah ada… sebelum dunia ada aku telah ada… dg demikian atau itu artinya atau dapat dikatakan bahwa tidak dapat kita berkata kehidupan sebelum dan sesuah Kristus… karena sebelum kehidupan ada Kristus telah ada….
        bagaimana pendapat anda…

  2. I need information about THE END is nar for ny members

  3. Richard Satibi

    Jadi kalau benar pendapat itu adalah keliru……bagaimana tanggung jawab moral para theolog ataupun pendeta yang selama ini terlanjur mengajarkan hal keliru…..

    • Dalam upacara kematian ada hal-hal yg harus dijaga oleh pendeta salah satunya perasaan keluarga yg kehilangan, sekalipun misalnya org tersebut meninggal krn mabuk atau overdosis dsb… Tidk mungkin pendeta mengatakan secara gamblang bhw dia masuk neraka tetap saja pendeta harus mengatakan sesuai etika kemanusiaan, makanya Tuhan sejak dari awal telah mengingatkan supaya kita hidup berhikmad dan jangan mengandalkan manusia supaya kita jgn tersesat… BTW kita harus percaya bhw Tuhan adalah Maha Sempurna, rancanganNya bukanlah rancangan manusia, Dia sudan mengetahui segala sesuatunya, Dia telah mempersiapkan segala sesuatunya begitu sempurna jauh dari jangkauan pikiran manusia, Dia telah memperhitungkan segala sesuatunya demi kemuliaan dan ke AgunganNya,

    • Hal itu akan kembali ke masing-masing pendeta. Pendeta tidak pernah tahu persis orang yang akan masuk Sorga atau Neraka. Sering kali orang yang sudah lahir baru akan kelihatan dari buah-buah hidupnya. Namun, yang aneh jika kemudian pendeta mengklaim orang meninggal tersebut di terima disisi Bapa. Bahkan tak jarang ada yang mengajak keluarga atau jemaat untuk berdoa bagi yang sudah meninggal. Tidak ada orang yang masuk Surga karena didoakan. Semua kembali ke pribadi yang meninggal saat masih hidup, apakah menerima kasih Allah dalam Yesus Kristus, atau menolaknya.

      • Terima kasih buat penjelasannya…..saya semakin yakin bahwa urusan sorga adalah hak prerogative Tuhan,….tugas pendeta hanyalah memberikan pengajaran…..cuma memang banyak pengajaran yang berbasis kehendak pendeta sehingga pada akhirnya banyak muncul denominasi dengan doktrin masing2…..ini memprihatinkan tapi sekaligus memperkaya ….hanya memang kembali kepada kedewasaan rohani masing2

  4. jhosua f i zendrato

    Secara keseluruhan keilahian Allah sangat jelas di dalam Alkitab,artinya tidak ada yang mustahil bagi Dia, cepat atau lambat pasti akan terjadi.sesuai dengan tema di atas? Bukan kah sudah jelas Allah pasti mempertimbangkan semua hukum annya di atas bumi ini apa bila ada satu atau dua orang yang percaya kepada nya? Sama seperti kejadian sodom dan gomora? Bukan kah penghakiman terjadi setelah seluruh makhluk mendengarkan Injil?mohon. Penjelasan nya tentang penghakiman yang sesuai dengan ayat firman Tuhan supaya bagi mereka yang tidak pernah membaca alkitab bisa mereka pahami dan di artikan secara tidak harus alkitabiah.terima kasih.

    • Shalom, pertanyaan saudara pernah admin posting dalam situs ini. Penghakiman (second coming) tidak bergantung pada Injil yang harus diterima. Alkitab dengan jelas menggambarkan bahwa Injil diberitakan, bukan diterima (Mat 24:14).

  5. saya mau tanya,… dijaman tribulasi, apakah ada orang yang bertobat dan percaya? apakah mereka akan masuk zaman 1000 tahun? pada saat zaman 1000 tahun, apakah mereka memakai tubuh fana atau tubuh kemulyaan? apakah ada orang yang mati pada zaman 1000 tahun? tolong penjelasannya Min, trims…

    • Zaman tribulasi atau kesukaran besar? di Zaman tribulasi, gereja masih ikut. Kerajaan 1000 tahun ini peristiwa setelah Rapture. Dan sebelum rapture, semua harus mengenakan tubuh kemuliaan.

  6. itu kan berdasarkan opini pribadimu
    mudah saja semua orang membuat opini masing masing berdasarkan sepenggal kalimat ayat dari alkitab
    saran saya
    sah sah saja koq siapa pun itu membuat sebuah tulisan berdasarkan pemikiran pribadinya lalu di selipkan ayat ayat alkitab
    Tapi…..
    sebaiknya kalimatnya tidak menuntut si pembaca untuk meyakini opini nya itu
    sepenggal ayat dari alkitab kau ambil lalu kau jabarkan panjang lebar, lalu kau pasangkan dengan ayat lain nya lagi, aya aya wae 🙂
    *** Deo Gratias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: