Boneka Digby – Kelakuan Manusia Ahkir Zaman

Mark Kirby dan A.J. Sapolnick adalah pasangan gay yang tidak pemah merencanakan untuk memiliki seorang anak. Namun, ketika melihat para orang tua yang bermain dengan anak-anaknya di taman atau tempat hiburan lainnya, membuat mereka iri. Timbul keinginan di dalam hati mereka untuk mempunyai seorang anak.

Tetapi, pemerintah Amerika Serikat pada saat itu tidak mengizinkan pasangan gay mengadopsi anak, sehingga keinginan mereka tidak tercapai. Hingga sore itu, ketika mereka sedang jalan-jalan dan melewati sebuah toko loak pada tahun 1990, mereka melihat sebuah boneka yang sangat kotor dan dekil. Mereka membelinya dengan harga 6 dolar. Boneka itu dibawa pulang dan diberi nama Digby. la dirawat dengan penuh kasih sayang layaknya seorang bayi manusia.

Kirby dan Sapolnick tidak pernah memperlakukannya sebagai sebuah boneka atau benda mati. Bahkan, diusianya yang ke-20 tahun, Digby sudah diajak mengelilingi 7 benua dan jalan-jalan ke berbagai negara. Digby mempunyai paspor sendiri dan saat duduk di pesawat, ia juga diberikan kursi sendiri oleh kedua orang tuanya. Pakaian dan aksesoris yang dipakainya adalah barang-barang mewah dan mahal. Kedua orang tuanya selalu merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 21 April. Digby adalah satu-satunya ahli waris dari semua kekayaan Mark Kirby dan A.J. Sapulnick.

Kisah ini menunjukkan bahwa perkembangan zaman membuat perilaku manusia semakin menyimpang. Beberapa negara Barat, sudah menyetujui perilaku hubungan homoseksual dcngan mengabaikan nilai-nilai moral. Salah satu teolog dari Barat mengatakan bahwa “Tuhan tidak berbicara mengenai pokok homoseksualitas sebagaimana kita mengenalnya dewasa ini.” Peristiwa Sodom dan Gomora dianggap bukan sebagai murka Tuhan atas homoseksual tetapi karena dosa yang lain. Seorang Teolog mengatakan bahwa homoseksual adalah perilaku yang wajar dan tidak bertentangan dengan Alkitab.

Tetapi perlu kita ketahui bahwa Tuhan hanya membenarkan pemikahan antara laki-laki dan perempuan. Lebih dari itu, perintah Tuhan di dalam Kej 1:28 menunjukkan bahwa manusia diikat di dalam satu pernikahan bukan hanya untuk menyatukan cinta, tetapi untuk beranak cucu dan memenuhi bumi ini. Jadi, bagaimana mungkin pasangan homo dibenarkan oleh Tuhan dan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan? Homoseksual juga berarti penolakan terhadap din sendiri, dan tidak menghargai hidup sebagai seorang laki-laki atau perempuan yang sudah diciptakan Tuhan.

Jupiter, seorang mantan gay yang telah bertobat mengatakan, “Tuhan hanya menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai pasangan yang ideal, diluar itu tidak sah”. Tetapi bagi setiap pribadi yang menyadari dosa-dosanya datang memohon ampun kepada Tuhan Yesus, ía akan mendapatkan belas kasihan Tuhan dan setiap dosanya akan diampuni.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: